Categories
Uncategorized

Alat Musik Tradisional Indonesia (59 Jenis+Gambar)

  • Angklung, Aramba, Akordeon, Bonang, Bende, Bundengan, Burdah Oku, Calung, Ceng ceng, Dol, Dogdog Lojor, Degung, Fu.
  • Guoto, Genggong, Gendang / Kendang, Gendang Beleq, Geso Geso, Gondang/Gordang, Gong, Gambang Kromong, Gambus, Gamelan Jawa, Gamelan Bali (Gambelan), Ganda, Garantung, Gender, Gula Gending.
  • Hasapi, Japen, Jimbe, Keso, Karinding, Kacapi, Kenong, Kenong Basemah, Kolintang, Kongahyan, Ladolado, Mandolin, Nafiri, Panting, Pereret, Pikon, Rapai, Rebab, Rebana, Rebana Burdah, Rindik Bali.
  • Saron, Seruling/Suling, Saluang, Sasando, Satong Srek, Serune kale, Serunai, Sampek/Sampe,  Sasak, Semprong, Siter, Slober.
  • Tambur, Tarawangsa, Tifa, Talempong, Tanjidor, Tehyan, Towohu, Tuma.

 

Berikut adalah penjelasan: gambar, daftar nama, bentuk, bahan, asal, cara memainkan dan jenis alat musik tradisional 34 provinsi di indonesia.

Angklung

Gambar Alat Musik Tradisional Angklung

Angklung adalah Alat musik tradisional yang berasal dari jawa barat lahir pada tahun 1200-an terbuat dari rumpun bambu yang dimainkan dengan cara digoyangkan menggunakan tangan kosong.

Menurut sejarahnya, angklung disebut bunying. Kata angklung diambil dari beberapa arti, yaitu kata angka dan lung. Angka adalah nada yang hilang, oleh sebab itu nada-nada yang ada dalam angklung terdapat 4 nada atau yang disebut dengan cumang kirang.

Terciptanya alat musik tradisional angklung berasal dari pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan kehidupan yang bersumber pada makanan pokok berupa padi (pare). Pandangan ini dilahirkan dari mitos tentang Nyi Sri Pohaji sebagai Dewi Sri pemberi kehidupan (hurip) perenungan masyarakat Sunda dahulu dalam mengelola pertanian (tetaten) terutama pertanian sawah dan ladang (huma) telah melahirkan syair lagu sebagai penghormatan dan persembahan kepada Nyi Sri Pohaci dan sebagai tolak bala agar bercocok tanam mereka tidak mendatangkan malapetaka.

Dalam perkembangannya lagu-lagu tersebut diiringi dengan bunyi tetabuhan yang terbuat dari batang-batang bambu yang dibuat sederhana yang kemudian kita kenal dengan nama angklung dan calung.

 

Bentuk: Terdiri dari 2 atau lebih batang bambu dalam berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan tinggi rendahnya nada yang dibentuk menyerupai Calung.

Asal: Angklung berasal dari daerah Sunda Provinsi Jawa Barat. Alat musik Diatonis yang kini terkenal di mancanegara ini, untuk pertama kali diciptakan Daeng Soetigna pada 1938 di Kabupaten Kuningan.

Jenis Alat: Angklung adalah alat musik Melodis. Akan tetapi jika dimainkan secara berkelompok dengan berbagai ukuran Angklung menjadi alat musik Harmonis.

Jenis Bunyi: Sumber bunyi alat musik tradisional angklung berasal dari bahan dasarnya (Ideofon).

Bahan: Angklung Terbuat dari bahan dasar batang bambu.

Cara Main: Alat musik tradisional indonesia khas Sunda ini dimainkan / dibunyikan dengan cara digoyang goyangkan dan digetarkan sehingga terjadi benturan antar bambu yang menghasilkan bunyi yang bervariasi.

Permainan Angklung dapat dimainkan oleh satu orang saja, namun lazimnya angklung dimainkan oleh sekelompok orang yang terdiri atas puluhan sampai ratusan. Masing-masing pemain memegang satu atau dua buah angklung. Setiap pemain mengguncangkan angklungnya pada saat nada yang dimiliki harus masuk ke jalinan lagu. Para pemain silih berganti mengambil peran, sehingga terdengar suatu irama dari permainan angklung tersebut.

Fungsi / Kegunaan: Alat musik tradisional Angklung seringkali difungsikan atau digunakan dalam acara keagamaan serta pesta penyambutan kerajaan untuk menghormati / memanggil Dewi Sri agar mahu turun ke Bumi supaya tanaman padi rakyat dapat tumbuh dengan subur. Dewasa ini Angklung juga banyak digunakan dalam pentas pentas kesenian.

Harga Angklung di Bukalapak

Harga Angklung: Bervariasi contoh Angklung 1 Oktaf mini Rp: 80.000 sd 1 set lengkap Rp: 10.000.000

Baca Juga:

 

Aramba (Arumba)

Bentuk: Aramba berbentuk Bulat melingkar mirip seperti Gong. Alat musik ini biasanya digantungkan dengan tali pada sebuah palang horizontal. Alat musik ini memiliki dua jenis ukuran, yaitu ukuran kecil 40-50 cm disebut Fatao dengan hasil suara keras dan Aramba ukuran besar 60-90 cm menghasilkan suara rendah berdengung seperti gong.

Asal: Alat musik Arumba berasal dari daerah Kabupaten Nias Provinsi Sumatra Utara.

Jenis alat: Aramba termasuk jenis alat musik tidak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Sumber bunyi alat musik tradisional Aramba berasal dari bahan dasarnya (Ideofon).

Bahan: Aramba Terbuat dari campuran logam (tembaga, kuningan, nikel dan suasa), suasa juga disebut emas muda dengan 17 karat.

Cara main: Aramba dimainkan dengan cara dipukul dengan suatu alat lain yang biasanya terbuat dari kayu.

Fungsi / Kegunaan: Aramba dipakai oleh warga setempat dalam acara kesenian daerah, seperti pernikahan dan kegiatan musik pengiring saat upacara menanam dan memanen padi. Selain itu, Aramba juga menjadi alat musik pengiring beberapa acara, seperti acara perkawinan, kematian, dan sebagainya.

 

Akordeon (Accordion)

Gambar akordeon

Bentuk: Akordeon mirip Piano kecil yang dapat digendong.

Asal: Alat musik Acordeon berasal dari Provinsi Sumatra Selatan (Hasil dari masuknya kebudayaan dari luar Indonesia, Akordeon ditemukan oleh Christian Fried L. Buschmann dari Berlin, Negara Jerman tahun 1822 dan dipatenkan pada tahun 1829 oleh Cyrill Demian).

Jenis alat: Akordeon adalah alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Akordeon adalah Alat musik tradisional yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada rongga (Aerofon).

Bahan: Akordeon terbuat dari Logam, Kain, Kulit, Kayu.

Cara main: Akordeon dimainkan dengan digendong dan mengompresi atau memperluas bagian ruang udara sambil menekan tombol atau kunci dengan jari jari tangan, menyebabkan palet terbuka, yang memungkinkan udara mengalir melintasi potongan kuningan atau baja.

Harga Akordeon di Alibaba Indonesia

Harga Akordion: Tergantung merek dan ukuran Rp 1 juta sd ratusan juta rupiah.

 

Bonang

Gambar Bonang

Bentuk: Boang berbentuk Seperti gong tapi kecil.

Asal: Alat musik Bonang berasal dari Dari Provinsi jawa tengah dan jawa timur.

Jenis alat: Bonang adalah alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Sumber bunyi alat musik tradisional Bonang berasal dari bahan dasarnya (Idiofon).

Bahan: Bonang terbuat dari bahan Logam.

Cara main: Alat musik Bonang dibunyikan / dimainkan dengan cara dipukul dengan alat tertentu seperti stik dan bagian tengah atas yang menonjol.

Fungsi / Kegunaan: Merupakan salah satu bagian dari seperangkat Gamelan Jawa, Bonang terbagi menjadi dua yaitu Bonang barung dan Bonang penerus.

 

Bende (Canang)

Bentuk: Alat musik tradisional Bende Berbentuk Seperti Gong kecil.

Asal: Alat musik Bende berasal dari Hampir seluruh Nusantara.

Jenis alat: Bende termasuk jenis alat musik tidak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Sumber bunyi Bende berasal dari bahan dasarnya (Ideofon).

Bahan: Bende terbuat dari Campuran Logam tembaga atau perunggu.

Cara main: Dipukul dengan pemukul kayu 15 – 20 cm di bagian tengah yang menonjol.

Fungsi / Kegunaan: Dahulu digunakan untuk memberikan penanda kepada masyarakat untuk berkumpul di alun-alun terkait informasi dari penguasa, menyertai kedatangan raja atau penguasa ke daerah tersebut, atau untuk menandai diadakannya pesta rakyat.

 

Bundengan

Bentuk: Bundengan berbentuk seperti Tudung/Tutup Kepala (Kowangan) dengan ukuran lebar 60 cm x panjang 100 cm.

Asal: Alat musik tradisional Bundengan berasal dari Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah.

Jenis alat: Bundengan termasuk dalam alat musik tak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Sumber bunyi Bundengan berasal dari dawai dan bilah bambu yang dipetik.

Bahan: Bundengan terbuat dari Anyaman Bambu, Bilah Bambu dan Dawai (dahulu menggunakan Ijuk).

Cara main: Bundengan dibunyikan dengan cara memetik 3 bilah bambu yang tersusun berderet horizontal dengan jari tangan kiri sedangkan jari tangan kanan memetik Dawai yang berjumlah 4 senar yang tersusun berbaris dari atas ke bawah.

Fungsi / Kegunaan: Pertunjukan Seni (mengiringi tari lengger, kuda kepang, gending Jawa, dangdut dan campursari.). Dahulu Alat musik Bundengan dipakai para penggembala Itik (Bebek) di daerah Wonosobo untuk menghibur diri.

 

Burdah Oku

Bentuk: Burdah OKU berbentuk Mirip Rebana.

Asal: Alat musik Burdah oku berasal dari daerah Provinsi Sumatra Selatan.

Jenis alat: Burdah OKU termasuk jenis alat musik tidak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Burdah Oku adalah alat musik tradisional yang sumber bunyinya dari selaput atau membran (Membranofon).

Bahan: Burdah oku terbuat dari Kulit hewan dan kayu pohon Nangka.

Cara main: Ditepuk dengan telapak tangan agar menghasilkan bunyi.

Fungsi / Kegunaan: Alat musik ritmis Burdah oku digunakan / dimainkan untuk mengiringi pergerakan pencak silat, digunakan di acara-acara adat lokal (pernikahan).

 

Calung

Sumber Video Youtube A3 Sundanésé. TV: Permainan Calung modern keren.

Bentuk: Bilah atau ruas bambu disusun berderet dan dikaitkan dengan bambu yang lebih kecil. Calung adalah alat musik yang bentuknya hampir mirip dengan angklung.

Asal: Alat musik Calung berasal dari daerah Sunda Provinsi Jawa Barat ada juga Calung Banyumasan di Jawa tengah.

Jenis alat: Calung termasuk alat musik melodis.

Jenis bunyi: Sumber bunyi alat musik tradisional Calung berasal dari bahan dasarnya (Ideofon).

Bahan: Instrumen musik calung terbuat dari Bilah / Ruas Bambu.

Cara main: Calung dimainkan dengan cara ditabuh. Cara memainkan calung dengan memukul bilah atau ruas (tabung bambu) dengan pemukul tertentu yang tersusun menurut titi laras (tangga nada).

Fungsi / Kegunaan: Pada awalnya calung ditampilkan untuk mengiringi upacara-upacara adat orang sunda sebagai ritual perayaan masyarakat Jawa Barat, namun dengan berkembangnya zaman calung berubah fungsi menjadi alat musik yang dimainkan untuk menghibur masyarakat bersama alat musik modern.

Jenis-Jenis Calung:

Ada 2 bentuk yaitu

1. Calung Rantay (Renteng), dimainkan dengan duduk bersila.

2. Calung Jinjing, dimainkan sambil berdiri.

Calung Jinjing terdiri dari 4 bentuk: Gonggong, Jongjrong, Kingking, Panepas.

Harga Calung: Beragam tergantung ukuran Calung Rp 80.000 sd Rp 1 juta rupiah.

 

Alat Musik Ceng ceng

Bentuk: Ceng Ceng berbentuk Bundar Tipis.

Asal: Alat musik Ceng Ceng berasal dari wilayah Provinsi Bali.

Jenis alat: Ceng ceng adalah alat musik tak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Sumber bunyi alat musik Ceng ceng berasal dari bahan dasarnya (Ideofon).

Bahan: Ceng ceng terbuat dari bahan Logam.

Cara main: Memadukan/ membenturkan 2 keping simbal dengan kedua tangan dan terdengar suaranya yang khas ”ceng”ceng”ceng.

Fungsi / Kegunaan: Dipakai untuk mengiringi gamelan bali pada acara keagamaan.

 

Dol/Doll

Bentuk: Alat musik tradisional Doll Mirip/Berupa Bedug.

Asal: Alat musik tradisional Doll berasal dari Provinsi Bengkulu.

Jenis alat: Dol tergolong jenis alat musik tidak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi:Doll adalah alat musik tradisional yang sumber bunyinya dari selaput atau membran (Membranofon).

Bahan: Dol terbuat dari kayu/bonggol tanaman kelapa yang diberikan lubang di bagian atas kemudian ditutup menggunakan kulit hewan Kambing/Sapi.

Cara main: Cara memainkan Dol adalah dengan memukulnya menggunakan alat pemukul khusus.

Fungsi / Kegunaan: Dulunya Dol dimainkan pada acara-acara khusus saja seperti Perayaan Tabot yang dilakukan oleh masyarakat Bengkulu dari Keturunan Tabot. Seiring dengan perkembangan zaman, alat musik Doll mulai banyak dimainkan di berbagai acara tertentu.

 

Alat Musik Tradisional Nusantara Dogdog Lojor

Bentuk: Berbentuk seperti silinder memanjang dengan bagian tengahnya yang dibuat berongga. Salah satu sisinya ditutup dengan membran dari kulit binatang Kambing.

Asal: Alat musik Dogdog lojor berasal dari daerah Banten Kidul.

Jenis alat: Dogdog Lojor termasuk jenis alat musik tidak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Dogdog Lojor adalah alat musik tradisional yang sumber bunyinya dari selaput atau membran (Membranofon).

Bahan: Alat musik tradisional indonesia ini terbuat dari Kayu dan kulit kambing.

Cara main: Dogdog Lojor dimainkan dengan cara Dipukul dengan tangan.

Fungsi / Kegunaan: Dogdog lojor seringkali digunakan sebagai pengiring dalam ritual adat masyarakat setempat seperti seren taun atau ruwatan.

 

Degung

Bentuk: Degung merupakan seperangkat alat gamelan. Degung terdiri atas gong, jenglong, kendang, saron dan suling.

Asal: Alat musik Degung berasal dari daerah Bandung Provinsi Jawa Barat.

Jenis alat: Degung termasuk alat musik Ritmis dan Melodis.

Jenis bunyi: Sumber bunyi Degung berasal dari bahan dasarnya (Ideofon). (Idiofon).

Bahan: Alat musik Degung terbuat dari bahan Perunggu.

Cara main: Untuk gong, jenglong, kendang, saron dimainkan dengan cara dipukul. Sementara suling dengan cara ditiup.

Fungsi / Kegunaan: Degung seringkali digunakan untuk mengiringi acara-acara adat seperti pernikahan.

 

Faritia

Bentuk: Faritia berbentuk seperti gong kecil dengan ukuran 20-30 cm.

Asal: Alat musik Faritia berasal dari daerah Sumatra Utara.

Jenis alat: Faritia termasuk jenis alat musik tak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Sumber bunyi alat musik Faritia berasal dari bahan dasarnya (Idiofon).

Bahan: Faritia terbuat dari bahan logam biasanya dari kuningan atau perunggu.

Cara main: Faritia dimainkan dengan cara memukul bagian tengah yang menonjol dengan pemukul yang terbuat dari kayu.

Fungsi / Kegunaan: Alat musik Faritia biasanya dimainkan bersama Gondra dan Aramba untuk mengiringi seni pertunjukan di daerah Sumatra Utara.

 

Fu

Bentuk: Alat musik Fu berupa rumah Kerang berukuran besar.

Asal: Alat musik Fu berasal dari Provinsi Maluku Utara.

Jenis alat: Fu termasuk alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Fu adalah Alat musik tradisional yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada rongga (Aerofon).

Bahan: Fu terbuat dari Rumah Kerang.

Cara main: Fu dimainkan dengan cara di tiup pada bagian lubang.

Fungsi / Kegunaan: Digunakan untuk mengiringi upacara adat.

 

Gondang/Gordang

Gambar Gordang

Bentuk: Seperti Gendang dan ukurannya juga lebih besar dan panjang dari taganing. Panjang gordang dapat berkisar 100 cm hingga 110 cm. Diameternya juga bervariasi mulai dari 23 cm hingga 27 cm.

Asal: Suku Batak Toba, Sumatera Utara.

Jenis alat: Gordang termasuk jenis alat musik tidak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Gordang adalah alat musik tradisional yang sumber bunyinya dari selaput atau membran (Membranofon).

Bahan: Gordang Terbuat dari kayu yang dilapisi dengan kulit sapi atau kerbau.

Cara main: Cara memainkannya Alat musik tradisional indonesia ini adalah dengan memukul permukaan membran menggunakan dua buah alat pemukul yang terbuat dari kayu.

Fungsi / Kegunaan: Dalam kesatuan ansambel musik Gondang berperan sebagai pembawa ritme konstan maupun ritem variable. Dalam kehidupan masyarakat Suku Batak, Gondang merupakan unsur penting dalam proses jalannya upacara,

Gondang Batak ini juga dipercaya sebagai media perantara untuk menyampaikan doa, dan pengharapan kepada Mula Jadi NaBolon. Sayangnya, seiring perkembangan zaman pengaruh kebudayaan asing mampu mengubah keberadaan musik gondang Batak ini, baik dari segi penyajian, maupun dari segi fungsinya. Sekarang ini, dengan adanya pengaruh kebudayaan asing, pandangan masyarakat suku Batak akan gondang Batak ini menjadi bervariasi dan berakibat pada perubahan penyajian gondang itu sendiri.

 

Gong

Foto Gong (Gambar oleh Dean Moriarty Pixabay.com)

Bentuk: Gong berbentuk Bundar Besar seperti kuali.

Asal: Gong berasal dari daerah Jawa.

Jenis alat: Gong termasuk jenis alat musik tak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Sumber bunyi alat musik tradisional Gong berasal dari bahan dasarnya (Ideofon).

Bahan: Gong terbuat dari leburan logam yang dibentuk sedemikian rupa.

Cara main: Gong Dipukul pada bagian tengahnya yang agak menonjol dengan pemukul kayu.

Fungsi / Kegunaan: Gong Digunakan dalam musik  gamelan bersama alat lainnya.

Tokopedia

Harga Gong: Rp 200 ribu sd 16 juta rupiah tergantung ukuran dan bahan.

 

Gambang Kromong

Bentuk: Bentuk bermacam macam. Gambang kromong (Keromong) adalah perpaduan antara Gamelan dengan alat-alat musik Tionghoa, seperti sukong, tehyan, dan kongahyan.

Asal: Gambang kromong adalah ansambel tradisional dari daerah Betawi (Jakarta).

Jenis alat: Ritmis, Melodis.

Jenis bunyi: Idiofon, Kordofon, Membranofon, Aerofon.

Bahan: Tergantung dari masing masing alat musiknya.

Cara main: Alat musik tradisional Gambang Kromong dimainkan sesuai jenis alat masing masing. Contoh alat musik gambang kromong yang berfungsi sebagai melodi adalah Suling.

Fungsi / Kegunaan: Menghibur tuan rumah dan tamu dalam sebuah acara tertentu.

 

Gambus

 

Gambar alat musik Melayu Riau (Gambus)

 

Bentuk: Mirip seperti mandolin dan gitar. Bedanya, lubang pada gambus ditutup menggunakan kulit kambing atau kulit ikan pari.

Senar gambus memiliki banyak variasi, mulai dari dua senar hingga 12 senar dengan setiap senar dapat berupa senar tunggal maupun senar ganda.

Asal: Timur Tengah. Ada juga alat musik Gambus yang merupakan alat musik  tradisional yang ada di Riau.

Jenis alat: Gambus tergolong alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Gambus adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai disebut Kordofon.

Bahan: Dibuat menggunakan kayu nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai bahan baku utama. Gambus juga bisa dibuat dengan menggunakan kayu alternative lainnya seperti kayu akasia (Acacia mangium), kayu mahoni (Swietenia mahagoni) dan kayu pulai (Alstonia scholaris). alat musik riau yang dipetik ini berbentuk bulat dan pada bagian atasnya ditutupi dengan kulit kambing.

Cara main: Dimainkan dengan cara dipetik, biasanya diiringi dengan instrumen musik lain seperti gendang sehingga dinamakan dengan orkes gambus.

Fungsi / Kegunaan: Selain ditampilkan dalam orkes gambus, biasanya digunakan untuk mengiringi Tari Zapin khas Riau. Dilansir dari Lembaga Adat Melayu Riau, pemain gambus akan memainkannya secara solo lalu penari akan mulai menari saat lagu sampai pada aksen lirik yang kuat.

Sekarang ini Gambus juga masih sering dimainkan dan memiliki beragam fungsi seperti sebagai media hiburan, media komunikasi, media ekspresi diri, mengiringi tarian tradisional, sarana ekonomi, sarana pendidikan dan penyampaian norma, hingga menjembatani pergaulan sosial di masyarakat. Gambus juga sering dimainkan pada acara upacara adat melainkan dalam berbagai perhelatan seni dalam rangka mempertahankan tradisi serta budaya.

 

Gamelan Jawa

Gambar Seperangkat Gamelan Jawa (sumber: wikipedia)

Kendang Kenong Gong dan lain lain termasuk dalam alat musik Gamelan Jawa.

Bentuk: Merupakan satu kesatuan utuh ansambel musik yang diwujudkan dan dibunyikan bersama.

Asal: Pulau/Suku Jawa.

Jenis alat: Ritmis, Melodis.

Jenis bunyi: Membranofon, Idiofon, Aerofon, Kordofon.

Bahan: Bahan pembuatan Alat musik Gamelan jawa tergantung dari berbagai jenis alat musiknya.

Cara main: Gamelan dimainkan dengan berbagai cara yaitu dipukul baik dengan menggunakan alat pemukul maupun dengan telapak tangan langsung (ditabuh), ada yang dipetik, digesek, serta ditiup.

Fungsi / Kegunaan: Fungsi Gamelan secara umum adalah sebagai iring-iringan tari, iring-iringan upacara adat, pagelaran seni, iringan wayang, alat musik, sajian musik ansambel yang mengiringi upacara pernikahan adat di daerah jawa tengah dan jawa timur.

 

Gamelan Bali (Gambelan)

gambar alat musik daerah bali (Gambelan) sumber gambar: https://id.wikipedia.org/wiki/Gamelan_Bali

 

3 Jenis Gambelan Bali

1. Gambelan Wayah (gamelan tua)

Sebelum abad ke-15 M.

Beberapa gambelan yang masuk pada jenis ini meliputi;

(Angklung, Gender Wayang, Baleganjur, Genggong, Bebonangan, Geng Beri, Caruk, Gong Luwang, Gambang, Selonding).

2. Gambelan Madya

Kisaran abad ke-16 s.d ke-19 M.

Beberapa gambelan yang termasuk dalam golongan madya antara lain:

(Batel Barong, Bebarongan, Joged Pingitan, Penggambuhan, Gong Gede, Pelegongan, Semar Pagulingan).

3. Gambelan Anyar (gamelan baru)

Jenis ini diperkirakan ada pada kisaran abad ke-20 dengan ciri-ciri yang lebih menonjolkan permainan kendang. Beberapa gamelan dalam kategori ini termasuk:

(Adi Merdangga, Manikasanti, Bumbung Gebyog, Semaradana, Bumbang, Gong Suling, Geguntangan, Jegog, Genta Pinara Pitu, Kendang Mabarung, Gong Kebyar, Okakan atau Grumbungan, Janger, Tektekan, Joged Bumbung).

 

Alat musik dalam gamelan bali disebut juga dengan rincikan dan berikut adalah nama alat musik tersebut:

  1. Jiyèng.
  2. Réyong.
  3. Kanthil.
  4. Gangsa.
  5. Jigog.
  6. Jublak.
  7. Gong.

 

Bentuk: Merupakan satu kesatuan utuh ansambel musik yang diwujudkan dan dibunyikan bersama.

Asal: Pulau / Provinsi / Masyarakat Bali.

Jenis alat: Ritmis, Melodis.

Jenis bunyi: Membranofon, Idiofon, Aerofon, Kordofon.

Bahan: Bahan Tergantung dari berbagai jenis alat musiknya.

Cara main: Gamelan Bali dimainkan dengan berbagai cara yaitu dipukul baik dengan menggunakan alat pemukul maupun dengan telapak tangan langsung (ditabuh), ada yang dipetik, digesek, serta ditiup.

Fungsi / Kegunaan: Gamelan Bali difungsikan sebagai sarana perlengkapan di dalam upacara Ngaben (Pitra Yadnya). Selain dipentaskan untuk upacara Panca Yadnya, kini gambelan dipentaskan untuk hiburan dunia pariwisata bertempat di hotel hotel, baik berupa pementasan rutin maupun kegiatan khusus. Dalam pemerintahan Bali modern, gambelan juga ditampilkan pada kegiatan berbagai festival, pameran – pameran seni, dan juga setiap berlangsung pasar malam sebagai bagian dari kegiatan Hari Ulang Tahun kantor-kantor pemerintahan. Gambelan kini cukup populer dan selalu menjadi ikon duta kesenian Bali ke luar daerah ataupun ke luar negeri untuk tujuan pementasan yang bersifat nasional maupun internasional.

 

Ganda

Bentuk: Ganda berbentuk seperti gendang Jawa, namun lebih kecil dan lebih ramping.

Asal: Sulawesi Tengah.

Jenis alat: Ganda termasuk alat musik tak bernada (Jenis alat musik Ritmis).

Jenis bunyi:Ganda adalah alat musik tradisional yang sumber bunyinya dari selaput atau membran (Membranofon).

Bahan: Terbuat dari kayu yang berbentuk seperti selongsong dengan dua ujung berlubang yang ditutupi oleh kulit binatang.

Cara main: Dengan cara dipukul/ditabuh pada bagian kulitnya.

Fungsi / Kegunaan: Ganda digunakan dalam setiap upacara adat dan juga pengiring tarian khas Sulawesi Tengah.

 

Garantung

Bentuk: Garantung ini berbentuk bilah kayu yang digantung.

Asal: Alat musik tradisional Garantung berasal dari Batak Toba, provinsi Sumatera Utara.

Jenis alat: Garuntung termasuk alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Garantung termasuk alat musik Idiofon yang sumber bunyinya berasal dari bahan dasarnya.

Bahan: Garantung terbuat dari bahan Kayu.

Cara main: Garantung dimainkan dengan cara mamalu (memukul 5 bilah nada). Alat musik ini dimainkan dengan menggunakan dua buah stik untuk tangan kiri dan tangan kanan.

Fungsi / Kegunaan: Fungsi garantung dalam ansambel uning-uningan batak toba adalah sebagai pembawa melodi.

 

Genggong

Gambar alat musik genggong yang terbuat dari logam di negara Slowakia (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Genggong)

 

Bentuk: Persegi panjang dengan bagian tengah yang diiris.

Asal: Alat musik Genggong berasal dari Provinsi Bali.

Jenis alat: Genggong tergolong alat musik bernada (Melodis).

Jenis bunyi: Sumber bunyi alat musik tradisional Genggong berasal dari bahan dasarnya (Ideofon).

Bahan: Genggong terbuat dari bahan Bambu, Pelepah Enau, Kayu, atau Logam.

Cara main:  Genggong dimainkan dengan cara mendekatkan alat musik tersebut ke rongga mulut kemudian menarik utas yang dihubungkan dengan lidah getar pada alat tersebut.

Fungsi / Kegunaan: Digunakan sebagai hiburan upacara adat atau untuk mengiringi tarian.

 

Gendang / Kendang

Gambar Gendang (sumber gambar https://id.wikipedia.org/)

Bentuk: Alat musik pukul yang berbentuk tabung dan kedua mulutnya ditutup dengan kulit sapi atau kambing.

Asal: Alat musik Gendang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur.

Jenis alat: Gendang termasuk alat musik tak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Sumber bunyi alat musik gendang berasal dari selaput atau membran (Membranofon).

Bahan: Kayu (Nangka, Cempedak, Kelapa), Tembaga. Gendang adalah salah satu alat musik tradisional yang ada di indonesia yang selaputnya berasal dari kulit kambing atau sapi dan Kerbau.

Cara main: Gendang dimainkan dengan cara dipukul dengan tangan sesuai ritmenya.

Fungsi / Kegunaan: Alat musik Gendang / Kendang digunakan untuk mengatur irama dan merupakan satu kesatuan dengan gamelan.

Macam2 Kendang Sunda:

  1. Kendang Kiliningan.
  2. Kendang Jaipongan/Kendang Jaipong.
  3. Kendang Ketuk Tilu.
  4. Kendang Keurseus.
  5. Kendang Pencak Silat.
  6. Kendang Bajidoran.
  7. Kendang Sisingaan.

Harga Kendang: Rp 80.000 s/d 4 juta rupiah tergantung ukuran dan kualitas bahan.

 

Gendang Beleq

Alat musik yang tidak bernada ini disebut alat musik Gendang Beleg.

Bentuk: Gendang Beleq berbentuk Bulat panjang.

Asal: Alat musik Gendang Beleq berasal dari Suku Sasak, Lombok.

Jenis alat: Gendang Beleq termasuk jenis alat musik tidak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Gendang Beleq adalah alat musik yang sumber bunyinya dari selaput atau membran (Membranofon).

Bahan: Gendang Beleq terbuat dari pohon meranti yang dilubangi di bagian tengah serta kedua sisinya dilapisi dengan kulit kambing, sapi, atau kerbau.

Cara main: Dengan ditabuh dan dimainkan secara berkelompok.

Fungsi / Kegunaan: Gendang Beleq ini dulunya digunakan untuk mengiringi prajurit yang akan berjuang di medan perang. Namun, sekarang lebih banyak digunakan untuk hiburan dan acara kesenian.

 

Gender

Foto Gender (sumber gambar wikipedia)

Bentuk: Gender berbentuk menyerupai gangsa pada gamelan Bali serta slenthem yang terdapat pada gamelan Jawa. Gender memiliki 10 hingga 14 bilah logam (kuningan) bernada yang digantung pada berkas, diatas resonator dari bambu atau seng.

Asal: Gender berasal dari daerah Jawa Tengah.

Jenis alat: Gender tergolong alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Sumber bunyi alat musik Gender berasal dari bahan dasarnya (Ideofon).

Bahan: Gender terbuat dari bahan Logam Kuningan (campuran tembaga dan seng).

Cara main: Gender adalah alat musik melodis yang dipukul, dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pukul yg terbuat dari kayu dan ujungnya diberi benda empuk.

Fungsi / Kegunaan: Termasuk dalam instrument gamelan dan digunakan untuk mengiringi tarian.

 

Geso Geso (Pa’ Geso” Geso)

Bentuk: Geso-geso berbentuk Seperti Biola.

Asal: Alat musik tradisional Geso Geso berasal dari daerah Sulawesi.

Jenis alat: Geso Geso termasuk alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Geso Geso adalah alat musik yang sumber bunyinya dari Dawai (Kordofon).

Bahan: Geso Geso terbuat dari Kayu, Tempurung Kelapa, Kulit hewan, Rotan, Serat Kayu, Ijuk dan Dawai.

Cara main: Geso Geso termasuk alat musik gesek yang cara memainkanya dengan menggesekkan Serat Kayu atau ijuk yang diikatkan pada Rotan, Permainannya hampir mirip dengan Biola.

Fungsi / Kegunaan: Digunakan pada saat acara panen kopi atau saat syukuran.

 

Gula Gending

Bentuk: Berbentuk seperti kotak-kotak dengan penutup.

Asal: Gula Gending dapat dijumpai di daerah Nusa Tenggara Barat.

Jenis alat: Gula Gending tergolong alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Sumber bunyi alat musik tradisional Gula Gending berasal dari bahan dasarnya (Ideofon).

Bahan: Alat musik ini terbuat dari bahan aluminium seng dan tekstil..

Cara main: Dipukul dengan meng gunakan jari tangan pada bagian sisi luar dari kotak-kotak nada yang menyatu dengan tempat gula. Instrumen Gula Gending akan digendong, lalu kotak dipukul menggunakan jari kanan dan kiri menyesuaikan irama gending atau lagu yang dimainkan.

Fungsi / Kegunaan: Dulunya, Gula gending ini sering dimainkan oleh pedagang saat berkeliling kampung untuk menjajakan gula kapas dengan tujuan untuk menarik minat para pembelinya. Jenis gending yang dimainkan biasanya seputar Buah Odaq, Tempong Gunung, dan sebagainya.  Alat ini dulunya juga digunakan untuk menjajakan gula kapas (arum manis) yang terbuat dari gula pasir, sehingga alat ini dinamakan gula gending.

 

Guoto

Bentuk: Berbentuk kulit bambu kering yang disisit sampai membentuk senar.

Asal: Alat musik Guoto berasal dari prov Papua Barat.

Jenis alat: Guoto termasuk alat musik jenis Melodis.

Jenis bunyi: Guoto adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai (Kordofon).

Bahan: Guoto terbuat dari bahan Bambu.

Cara main: Cara memainkan Guoto dengan cara dipetik senarnya.

Fungsi / Kegunaan: Menyambut tamu, mengiringi tari, dan juga ritual adat setempat.

 

Hasapi

Gambar Hasapi 1 senar (dawai)

Hasapi berasal dari daerah Batak Toba provinsi Sumatera Utara Indonesia. Bentuk Hasapi mirip dengan Kecapi maka dari itu sering juga disebut Kecapi Batak. Hasapi terbuat dari bahan kayu dan diberi senar dan dibunyikan dengan cara dipetik. Sumber bunyi Hasapi berasal dari dawai maka dari itu disebut alat musik Kordofon (chordophone) dan termasuk alat musik jenis melodis dan harmonis.

 

Alat musik tradisional indonesia Japen

Bentuk: Bentuknya menyerupai kecapi, gitar, atau mandolin.

Asal: Japen berasal dari provinsi Kalimantan Tengah.

Jenis alat: Japen termasuk alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Japen  adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai (Kordofon).

Bahan: Japen terbuat dari bahan karet atau bisa juga plastik

Cara main: Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik.

Fungsi / Kegunaan: Japen berfungsi untuk mengatur irama dan mengiringi lagu daerah.

 

Jimbe

Gambar alat musik Jimbe

Bentuk: Badan Djembe umumnya terbuat dari kayu yang dipahat menggunakan mesin atau secara tradisional menggunakan pahat tangan dengan bentuk menyerupai cawan atau piala. Bagian atasnya kemudian ditutup menggunakan kulit lembu.

Asal: Djimbe sebenarnya berasal dari Afrika. Namun ada juga di Papua dan dipanggil dengan nama Jimbe.

Jenis alat: Jimbe termasuk jenis alat musik tak bernada (Alat musik Ritmis).

Jenis bunyi:Djimbe adalah alat musik tradisional yang sumber bunyinya dari selaput atau membran (Membranofon).

Bahan: Kayu, Kulit.

Cara main: Dimainkan dengan cara memukul menggunakan jari atau telapak tangan.

Fungsi / Kegunaan: Dulunya Jimbe di gunakan untuk peringatan akan perang dan perayaan seusai perang. Namun, pada jaman kini Jimbe digunakan sebagai alat musik untuk menyambut tamu dan untuk acara pernikahan.

 

Keso

Bentuk: Sejenis rebab dengan dua dawai. Berbentuk menyerupai jantung pisang yang dibelah dua yang dilengkapi dengan tongkat untuk menggesek.

Asal: Keso berasal dari provinsi Sulawesi Selatan.

Jenis alat: Keso tergolong alat musik tradisional Melodis.

Jenis bunyi: Keso  adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai (Kordofon).

Bahan: Keso terbuat dari bahan kayu pilihan yaitu; kayu cempaka, kayu nangka dan kayu jati putih. Selaputnya bisa menggunakan kulit kambing betina. Sementara itu, senar atau dawainya terbuat dari kawat.

Cara main: Cara memainkan Keso adalah dengan cara digesek (yang digesek adalah dawai yang terdapat pada alat musiknya dengan dawai pada alat penggesek).

Fungsi / Kegunaan: Sebagai pelengkap upacara, upacara keagamaan, penyambutan tamu, dan kegiatan adat Sulawesi Selatan.

 

Karinding

Gambar Karinding (wikipedia)

Bentuk: Karinding Memiliki bentuk memanjang, dengan panjang sekitar 15 sampai 20 sentimeter, dan lebar sekira 1 hingga 2 sentimeter. Ada 4 bagian dalam karinding yang dinamakan ‘paneunggeul (bagian yang dipukul), dua buntut lisa (bagian yang bergetar), pembatas lidah getar (bandul tengah) dan panyekel (bagian ujung karinding).

Asal: Karinding berasal dari daerah Sunda dan Banten.

Jenis alat: Karinding termasuk alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Sumber bunyi Karinding berasal dari bahan dasarnya (Ideofon).

Bahan: Karinding terbuat dari bahan Pelepah Aren atau Bambu.

Cara main: Cara memainkannya disentil oleh ujung telunjuk sambil ditempel di bibir.

Fungsi / Kegunaan: Diciptakan oleh leluhur petani Sunda. Selain untuk bermain musik, bunyi alat ini dipercaya dapat mengusir hama dan binatang perusak tanaman.

 

Kacapi/Kecapi

contoh gambar alat musik tradisional jawa barat (Kecapi)

 

Bentuk: Kacapi tidak hanya memiliki satu bentuk saja, ada 2 jenis bentuk kecapi yaitu kecapi perahu dan kecapi siter. Kacapi parahu bentuknya mirip seperti perahu pada umumnya.

Asal: Alat musik tradisional Kacapi berasal dari Provinsi Jawa Barat.

Jenis alat: Kecapi tergolong alat musik Harmonis.

Jenis bunyi: Kecapi  adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai (Kordofon).

Bahan: Kacapi terbuat dari Kayu Kenanga. Sementara, senarnya terbuat dari bahan tembaga, logam, dan adanya campuran emas.

Cara main: Kecapi ini termasuk alat musik petik yang dimainkan dengan cara dipetik dengan jari-jari tangan di bagian senarnya.

Fungsi / Kegunaan: Pada umumnya memiliki fungsi atau peran sebagai pengiring musik atau juga dapat digunakan sebagai iringan musik tradisional di daerah Jawa Barat seperti sebelumnya.

 

Kenong

Bentuk: Merupakan unsur instrumen pencon gamelan yang paling gemuk, dibandingkan dengan kempul dan gong yang walaupun besar namun berbentuk pipih. Kenong ini disusun pada pangkon berupa kayu keras yang dialasi dengan tali, sehingga pada saat dipukul kenong tidak akan bergoyang ke samping. Termasuk salah satu instrumen gamelan.

Asal: Kenong adalah nama alat musik daerah Jawa Tengah.

Jenis alat: Kenong termasuk alat musik ritmis.

Jenis bunyi: Sumber bunyi alat musik Kenong berasal dari bahan dasarnya (Ideofon).

Bahan: Terbuat dari besi, kuningan dan perunggu.

Cara main: Kenong adalah alat musik pukul dan biasanya dimainkan dengan dipukul oleh satu alat pemukul.

Fungsi / Kegunaan: Berfungsi sebagai penentu batas-batas gatra, menegaskan irama.

 

Kenong Basemah

Bentuk: Memiliki bentuk yang bagian tengahnya terdapat lingkaran yang menonjol sebagai tempat yang akan dipukul. Sementara, alat pukul yang digunakan menyerupai kayu dengan ujung yang dililitkan kain. Sehingga ketika dipukul, kenong basemah akan menghasilkan suara yang indah tanpa merusak fisiknya. Umumnya 1 set terdiri dari 10 buah.

Asal: Kenong basemah berasal dari provinsi Sumatera Selatan.

Jenis alat: Kenong basemah termasuk alat musik tak bernada Ritmis.

Jenis bunyi: Sumber bunyi alat musik tradisional Kenong Basemah berasal dari bahan dasarnya (Ideofon).

Bahan: Kenong Basemah Terbuat dari bahan tembaga.

Cara main: Kenong basemah Dimainkan dengan cara dipukul dengan pemukul khusus pada bagian atas, sehingga akan memunculkan bunyi yang mengiang.

Fungsi / Kegunaan: Kenong Basemah mempunyai kegunaan untuk penegas nada tertentu seperti contoh menekankan pada saat lirik lagu yang mempunyai makna yang dalam.

 

Kolintang

Gambar alat musik tradisional Kolintang

Kolintang adalah alat musik melodis yang dimainkan dengan cara memukul bilah kayu.

Bentuk: Kolintang adalah alat musik tradisional yang berbentuk bilah-bilah kayu yang disusun berderet dan dipasang di atas sebuah bak kayu.

Asal: Kolintang berasal dari daerah Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

Jenis alat: Kolintang tergolong alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Sumber bunyi alat musik tradisional Kolintang berasal dari bahan dasarnya (Ideofon).

Bahan: Kolintang terdiri dari beberapa potongan kayu yang ringan (kayu bandaran, kayu kakinik, dan kayu telur).

Cara main: Kolintang adalah alat musik pukul yang cara memainkannya dengan cara dipukul.

Fungsi / Kegunaan: Kolintang dalam masyarakat Minahasa digunakan untuk mengiringi upacara adat, tari, menyanyi, dan bermusik.

Harga Kolintang: Rp 2 s/d 5 juta rupiah.

 

Kongahyan

Sejarah

Kongahyan sekarang ini merupakan adaptasi dari alat musik gesek yang berasal dari negara China. Bangsa Tiongkok sendiri memiliki alat musik yang dinamakan erhu  yang tersebar luas ke daerah Eurasia melalui jalur sutra yang merupakan jalur perdagangan dari bangsa Tiongkok. Penggunaan alat musik ini Kongahyan dalam banyak acara kebudayaan masyarakat Betawi menunjukkan terjadinya akulturasi antara masyarakat Betawi dan bangsa Tiongkok.

 

Bentuk: Mirip Rebab tetapi agak kecil.

Asal: Alat musik Kongahyan berasal dari suku Betawi.

Jenis alat: Kongahyan termasuk alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Kongahyan adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai (Kordofon).

Bahan: Pada zaman dahulu, alat musik ini terbuat dari bambu, bukan dari batok kelapa, dan baru tahun 1950-an tabung bambu diganti menjadi tabung batok kelapa. Penggantian tersebut bertujuan untuk menghasilkan bunyi suara gesek yang lebih keras.

Cara main: Kongahyan merupakan alat musik gesek yang dimainkan dengan cara digesek.

Fungsi / Kegunaan:

Alat musik Kongahyan biasanya digunakan untuk acara-acara budaya seperti:

  1. Gambang keromong (merupakan salah satu kesenian musik yang berasal dari daerah pinggiran Jakarta).
  2. Lenong (merupakan kesenian teater dari masyarakat Betawi).
  3. Ondel-ondel (bentuk pertunjukan rakyat Betawi yang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat. Ondel-ondel yang berupa boneka besar itu tingginya sekitar 2,5 meter dengan garis tengah ± 80 cm, dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalamnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya dicat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan warna putih).
  4. Topeng Betawi (Topeng Betawi mirip dengan lenong dalam hal penyampaian cerita moral yaitu dengan cerita lucu).

 

Ladolado / Lado Lado

Bentuk: Terbuat dari kayu yang dibentuk seperti gitar dan sangat mirip dengan gambus. Dilengkapi dengan empat buah dawai atau senar yang diikatkan ke kayu berbentuk oval di bagian bawah ladolado.

Asal: Lado lado berasal dari provinsi Sulawesi Tenggara.

Jenis alat: Ladolado termasuk jenis alat musik tak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Ladolado  adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai (Kordofon).

Bahan: Lado lado Terbuat dari kayu/bilah bambu yang dibentuk seperti gitar dan sangat mirip dengan gambus.

Cara main: Alat musik ritmis Lado Lado ini biasanya dimainkan dengan cara dipetik.

Fungsi / Kegunaan: Ladolado digunakan untuk mengiringi upacara adat dan berbagai hiburan oleh masyarakat Sulawesi Tenggara.

 

Mandolin

Gambar memetik Mandolin

Bentuk: Mandolin adalah alat musik petik yang bentuknya seperti gitar dan memiliki senar tetapi bagian resonatornya sedikit lebih membulat atau “gendut” .

Asal: Berasal dari Italia. Meskipun begitu, Mandolin seringkali digunakan dalam pertunjukan musik di Timur Tengah. Mandolin juga menjadi salah satu alat musik tradisional yang berasal dari daerah Bali.

Jenis alat: Mandolin tergolong alat musik Harmonis.

Jenis bunyi: Mandolin  adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai Kordofon.

Bahan: Mandolin Terbuat dari bahan kayu dan senar khusus.

Cara main: Mandolin adalah alat musik gesek. Cara memainkannya adalah dengan cara di gesek menggunakan tangan kanan dan tangan kiri untuk menekan panggulnya.

Fungsi / Kegunaan: Mandolin Sering di pakai untuk mengiringi tari rudat dan lagu-lagu tradisional. Dapat dipadukan dengan alat musik lainnya untuk mengiringi lagu tradisional.

Harga Mandolin: Rp 1 – 3 juta rupiah.

 

Nafiri

Bentuk: Memiliki badan yang panjang dengan ujung mulutnya yang mengembang hampir mirip terompet.

Asal: Nafiri berasal dari provinsi Riau, Sumatera.

Jenis alat: Nafiri termasuk alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Nafiri tergolong alat musik Aerofon yang sumber bunyinya berasal dari hembusan pada rongga (aerofon).

Bahan: Terbuat dari kayu yang berukuran 25 sampai 45 centimeter. Antara batang dengan dan tempat tiupnya diberi batas yang terbuat dari tempurung kelapa. Nafiri menggunakan semacam lidah yang terbelah dua terbuat dari daun kelapa yang muda atau ruas bambu yang sudah kering.

Cara main: Nafiri termasuk alat musik tiup. Cara memainkan Nafiri adalah dengan ditiup.

Fungsi / Kegunaan: Digunakan sebagai alat komunikasi masyarakat melayu. Terutama untuk memberitahukan tentang adanya bencana, dan berita tentang kematian.

 

Panting

Bentuk: Panting menyerupai alat musik modern yaitu Gitar

Asal: Musik Panting adalah kesenian musik asli dari Suku Banjar di Kalimantan Selatan.

Jenis alat: Dalam klasifikasi menurut fungsinya dan pergelaran Panting termasuk alat musik Melodis dan Harmonis.

Jenis bunyi: Panting tergolong alat musik Kordofon dengan tangga nada diatonik yang sumber bunyinya berasal dari Dawai.

Bahan: Alat musik tradisional Panting terbuat dari kayu nangka, Rengas, Laban (Vitex pinnata), Kemuning kulit hewan, dan tali senar.

Cara main: Panting adalah alat musik petik, Cara memainkan alat musik Panting dengan cara dipetik senarnya seperti gitar. Panting dimainkan bersama dengan suling, biola, kendang, kempul, gong, marawis, ketipung dan tamborin.

Fungsi / Kegunaan: Alat musik Panting telah ada sejak abad ke-18 Masehi. Pada awalnya, musik Panting hanya digunakan sebagai musik pengiring dan pelengkap Tari Japin. Musik ini kemudian mulai digunakan pada tari-tari tradisional lain di wilayah Kalimantan Selatan. Selain itu, musik Panting juga digunakan pada tari-tari kreasi baru.

 

Pereret pengasih asih

Bentuk: Alat musik pereret pengasih asih merupakan alat musik yang mirip dengan alat musik Trompet.

Asal: Pereret pengasih asih berasal dari Bali, ada juga Pereret yang berasal dari Lombok NTB.

Jenis alat: Pereret tergolong alat musik melodis.

Jenis bunyi: Pereret pengasih asih adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada Rongga (Aerofon).

Bahan: Pereret pengasih asih terbuat dari bahan kayu.

Cara main: Pereret pengasih asih dimainkan dengan cara ditiup.

Fungsi / Kegunaan: Biasanya alat musik Pereret pengasih asih digunakan untuk mengiringi kesenian Sewo Gati.

 

Pikon (Kaido)

Bentuk: Pipih/tipis dengan panjang sekitar 10 cm dan di ujungnya dikaitkan dengan tali yang bisa ditarik.

Asal: Alat musik adat pikon berasal dari daerah Papua dan Papua Barat.

Jenis alat: Pikon termasuk jenis alat musik tak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Idiofon (sumber bunyi dari bahan dasarnya).

Bahan: Pikon terbuat dari beberapa bahan seperti Bambu, Serat kayu dan Tali.

Cara main: Alat musik ini dimainkan dengan cara Pikon ditaruh di mulut lalu menarik narik berulang tali sehingga timbul bunyi yang khas dan unik.

Fungsi / Kegunaan: Digunakan saat acara acara adat papua maupun penggunaan lainya seperti saat istirahat merenung ataupun saat rindu dengan pasangan.

 

Rapai

Gambar Alat Musik Tradisional Rapai (sumber: wikipedia)

Sejarah: Rapa’i diperkenalkan oleh Syech Rapi atau ada juga yang menyebutkannya dengan Syech Rifa’i seorang ulama besar dari kota Baghdad di Negara Iraq yang menyebarkan Islam ke Aceh. Rapai sudah berabad abad menjadi alat musik tradisional Indonesia asal Provinsi Aceh.

Rapai Pertama kali dimainkan di Ibukota Kerajaan Aceh pada abad ke-11 yaitu di Banda Khalifah yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Gampong Pande, Kota Banda Aceh. Di Gampong Pande ini juga ada banyak peninggalan-peninggalan masa kerajaan dulu yang masih tersimpan dan terawat dengan baik hingga sekarang.

Bentuk: Bundar tipis seperti Alat musik Rebana.

Asal: Rapai berasal dari daerah Aceh.

Jenis alat: Rapai adalah alat musik tradisional tak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Rapai adalah alat musik yang sumber bunyinya dari selaput atau membran (Membranofon).

Bahan: Rapai ini terbuat dari kulit sapi atau kambing, kemudian ditempel di kayu pilihan yang sudah dibentuk bundar, sedangkan untuk melekatkan kulit tersebut biasanya diberikan lempengan dari logam.

Cara main: Rapai merupakan instrumen musik yang dimainkan dengan cara dipukul atau ditepuk dengan menggunakan tangan kosong.

Fungsi / Kegunaan: Rapai ini digunakan hampir semua seni tarik suara tradisional di Aceh dan seni pertunjukan lainnya di masyarakat Aceh.

Harga Rapai tergantung ukuran kecil dan besar sekitar Rp 50.000 s/d 200.000 rupiah.

Rebab

Contoh Gambar Rebab

 

Bentuk: Kecil dengan badan bulat. Bentuk alat musik satu ini mirip busur panah.

Asal: Rebab sebenarnya berasal dari daerah Timur Tengah. Namun, saat ini Rebab juga menjadi salah satu musik tradisional khas Jawa Barat.

Jenis alat: Rebab tergolong dalam alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Rebab  adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai Kordofon.

Bahan: Rebab terbuat dari bahan kayu khusus seperti kayu sena, kayu nangka, kayu tembusu, dan kayu belimbing.

Cara main: Rebab adalah alat musik tradisional indonesia yang digesek dimainkan dengan cara digesek.

Fungsi / Kegunaan: Kedudukan Rebab mempunyai peran penting sebagai pembawa melodi yang berkaitan dengan fungsi dan kedudukan rebab dalam mengiringi sajian karawitan Sunda, baik secara konsep Sekar, Gending, maupun Sekar Gending.

Harga Rebab: Rp 500 ribu s/d Rp 2 Juta.

Harga Rebab di Tokopedia

 

Rebana

Gambar alat musik ritmis (rebana)

 

Bentuk: Seperti gendang bundar dan pipih yang merupakan khas suku melayu. Bingkai alat musik ini berbentuk lingkaran terbuat dari kayu yang dibubut, dengan salah satu sisi untuk ditepuk berlapis kulit kambing.

Asal: Berasal dari Daerah Timur Tengah. Di Indonesia sendiri, Rebana menjadi salah satu alat musik tradisional di Aceh.

Jenis alat: Rebana termasuk jenis alat musik tak bernada(Ritmis).

Jenis bunyi: Rebana adalah alat musik yang sumber bunyinya dari selaput atau membran (Membranofon).

Bahan: Rebana terbuat dari bahan Kayu dan kulit kambing.

Cara main: Rebana Dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan, biasanya orang mengambil sikap duduk atau berdiri saat memainkan instrumen ini, kemudian memegangnya dengan menggunakan tangan kiri, kemudian memukulnya menggunakan tangan kanan.

Fungsi / Kegunaan: Di zaman sekarang ini kesenian musik rebana ini senantiasa digunakan untuk mengiringi acara khitanan, pernikahan, syukuran, halal bi halal, dan peringatan-peringatan Islam seperti Maulid Nabi, Isro‟ Mi’roj Nabi, dan hari besar Islam lainnya.

Harga Rebana: Rp 50.000 s/d Rp: 100.000 , 1 set sd Rp 3.000.000

 

Rebana Burdah

Bentuk: Merupakan gendang berukuran besar yang dibuat dari kulit hewan dan kayu nangka. Jika dibandingkan dengan rebana, ukuran burdah lebih besar.

Asal: Alat musik Rebana burdah berasal dari Suku Sasak, Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat

Jenis alat: Rebana burdah termasuk alat musik tradisional tak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Rebana Burdah adalah alat musik tradisional yang sumber bunyinya dari selaput atau membran (Membranofon).

Bahan: Rebana Burdah terbuat dari bahan Seng/Bambu dan kulit lembu.

Cara main: Cara memainkan Rebana burdah sama saja seperti memainkan gendang pada umumnya yaitu dengan menepuk bagian kulit gendang menggunakan telapak tangan.

Fungsi / Kegunaan: Burdah sering dimainkan dalam acara-acara adat seperti upacara pernikahan, latihan pencak silat, atau saat ada upacara adat.

 

Rindik Bali

Foto Rindik Bali

Bentuk: Potongan-potongan bambu yang berjumlah 11 hingga 13 buah ditata dengan rapi dan terdapat celah di antara potongan-potongan tersebut. Setiap potongan bambu memiliki ukuran yang berbeda dengan nada tangga nada yang berbeda pula.

Asal: Rindik berasal dari daerah Bali.

Jenis alat:Rindik Bali termasuk alat musik Harmonis.

Jenis bunyi: Rindik adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari bahan dasarnya (Idiofon).

Bahan: Rindik terbuat dari potongan-potongan bambu.

Cara main: Alat musik tradisional Indonesia Rindik dimainkan dengan cara dipukul. Kedua tangan memegang masing-masing satu pemukul dengan tugas yang berbeda. Tangan kanan memainkan kotekan dan tangan kiri memainkan melodi.

Fungsi / Kegunaan: Pada awalnya rindik hanya digunakan untuk menghibur para petani di sawah dan juga untuk hiburan rakyat ‘Joged Bumbung’. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, Rindik mulai digunakan untuk bermacam keperluan mulai dari musik pelengkap di berbagai acara atau pesta pernikahan, bersantai sambil menikmati alunan nadanya yang khas, hingga digunakan sebagai musik penyambut tamu negara yang berkunjung ke pulau Bali.

Harga Rindik: Rp 50.000 s/d 1 juta rupiah.

 

Saron

Gambar Saron

Saron adalah alat musik tradisional yang terbuat dari lempengan tembaga yang dibunyikan dengan cara dipukul menggunakan suatu alat yang terbuat dari kayu.

Bentuk: Berbentuk bilah yang dijejerkan dan memiliki ukuran fisik yang lebih kecil jika dibandingkan dengan Demung.

Asal: Saron berasal dari provinsi Jawa Tengah.

Jenis alat: Saron adalah alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Saron adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari bahan dasarnya (Idiofon).

Bahan: Saron terbuat dari bahan bilah bilah Bahan logam perunggu (campuran tembaga dan timah) dan kayu.

Cara main: Saron adalah alat musik pukul dimainkan dengan cara, Tangan kanan memukul lembaran logam dengan tabuh, lalu tangan kiri memencet wilahan yang dipukul sebelumnya untuk menghilangkan dengungan yang tersisa dari pemukulan nada sebelumnya.

Fungsi / Kegunaan: Saron termasuk sebagai salah satu instrumen gamelan yang diklasifikasikan di keluarga balungan. Dan digunakan bersama-sama membentuk satu kesatuan ansambel musik yang utuh.

 

Seruling/Suling

Gambar Seruling

Bentuk: Bentuknya bulat panjang seperti pipa, pada kedua ujungnya satu tertutup oleh ruas bambu dan satu ujungnya lagi dipotong sehingga terbuka untuk keluarnya udara.

Asal: Seruling berasal dari daerah Jawa dan hampir bisa dijumpai di seluruh nusantara dengan nama yang berbeda.

Jenis alat: Seruling tergolong dalam alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Sumber bunyi Seruling berasal dari hembusan udara pada rongga (Aerofon).

Bahan: Seruling umumnya terbuat dari bahan Bambu.

Cara main: Seruling dimainkan dengan cara ditiup dengan mulut dan jari jari tangan memainkan melodi dengan menutup lubang seruling sesuai nada.

Fungsi / Kegunaan: Dimainkan sebagai pengiring instrumen musik lainnya dalam pementasan acara musik. Selain itu, Seruling juga bisa digunakan sebagai instrumen solo guna mengiringi nyanyian baik dengan suara yang rendah hingga suara tinggi.

Harga Seruling: Rp 8 ribu sd Rp 200 ribu tergantung ukuran dan bahan serta merek.

 

Saluang

Bentuk: Bentuknya mirip dengan Seruling namun memiliki ukuran yang lumayan panjang sekitar lebih dari 30 cm.

Asal: Saluang berasal dari daerah Minangkabau, provinsi Sumatera Barat.

Jenis alat: Saluang termasuk alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Saluang adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada rongga (Aerofon).

Bahan: Saluang terbuat dari bahan Bambu.

Cara main: Saluang adalah alat musik tiup yang dimainkan dengan cara Ditiup.

Fungsi / Kegunaan: Untuk pengiring dendang (nyanyian), umumnya didendangkan oleh beberapa wanita.

 

Sasando

Gambar Sasando

Nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote, sasandu, yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Konon sasando digunakan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7.

Bentuk: Bagian utamanya berbentuk tabung panjang dari bambu, bagian tengah melingkar dari atas ke bawah diberi penyangga (senda-bahasa rote) dimana dawai-dawai atau senar yang direntangkan di tabung bambu dari atas bertumpu ke bawah.

Asal: Sasando berasal dari daerah Pulau Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jenis alat: Sasando termasuk alat Musik melodis.

Jenis bunyi: Sumber bunyi Alat musik Sasando berasal dari dawai (alat musik Kordofon).

Bahan: Alat musik sasando dibuat dari Daun lontar, kayu jati, senar dan bambu.

Cara main: Alat musik tradisional Sasando dimainkan dengan cara dipetik dawainya menggunakan jari jemari kedua tangan.

Fungsi / Kegunaan: Sasando digunakan sebagai alat musik pengiring tari, menghibur keluarga yang sedang berduka, menghibur keluarga yang sedang mengadakan pesta dan sebagai hiburan pribadi.

Jenis-jenis Sasando: Sasando Gong, Sasando Biola dan Sasando Elektrik.

Harga Sasando di toko online / Marketplace indonesia Tokopedia

Harga Sasando: Rp 1.000.000 s/d Rp: 8.000.000

 

Satong Srek

Bentuk: Berupa bambu yang salah satu bagiannya diberi penampang berupa lempengan seng yang dibuat tajam dan kasar permukaannya.

Asal: ALat musik tradisional Satong srek berasal dari Nusa Tenggara Barat.

Jenis alat: Satong Srek termasuk jenis alat musik tak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Sumber bunyi Satong Srek dari bahan dasarnya (Ideofon).

Bahan: Satong srek terbuat dari Bambu dan seng.

Cara main: Satong Srek dimainkan dengan cara digesek atau dipukul pada lempengan sengnya.

Fungsi / Kegunaan: Sebagai tambahan dalam suatu bentuk orkestra kesenian tradisional dan dapat pula dimainkan secara individual. Digunakan untuk mengiringi tarian nguri, syier male, badede, bulan kasandung, dan ngumang rame.

 

Serune kale

Bentuk: Sedikit menyerupai terompet tetapi lebih kecil. Lebih tepatnya, ia memiliki bentuk memanjang (lurus) dengan bagian depan bulat setengah lingkaran seperti corong.

Asal: Serune Kale berasal dari Provinsi Aceh.

Jenis alat: Serune Kale tergolong alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Serune Kale adalah Alat musik tradisional yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada rongga (Aerofon).

Bahan: Alat musik tradisional Serune kale terbuat dari bahan kayu, kuningan dan tembaga.

Cara main: Alat musik ini dimainkan dengan cara ditiup dan memainkan lubangnya dengan jari.

Fungsi / Kegunaan: Alat musik tradisional indonesia ini untuk mengiringi pertunjukkan musik serta tarian tradisional dan biasa digunakan pula dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.

 

Serunai

Bentuk: Seperti alat musik  tiup mini dengan ujung mengembang.

Asal: Serunai berasal dari daerah Minang kabau provinsi Sumatra Barat.

Jenis alat: Serunai termasuk alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Serunai adalah Alat musik tradisional yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada rongga (Aerofon).

Bahan: Batang padi, kayu atau bambu, tanduk kerbau atau daun kelapa.

Cara main: Serunai adalah alat musik tiup dan dimainkan dengan cara ditiup.

Fungsi / Kegunaan: Serunai biasanya dimainkan dalam acara-acara adat yang ramai. Seperti upacara perkawinan, penghulu (batagak pangulu dalam bahasa Minang), dan lain sebagainya.

 

Sampek / Sampe

Bentuk: Seperti gitar kecil yang menyerupai perahu dan mempunyai bagian-bagian tertentu dan dihiasi ukiran yang menggambarkan taring-taring dan kepala burung enggang.

Asal: Sampe berasal dari Suku Dayak, Provinsi Kalimantan Timur.

Jenis alat: Alat musik tradisional indonesia Harmonis.

Jenis bunyi: Sampe adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai (Kordofon).

Bahan: Sampe terbuat dari bahan Kayu pilihan seperti Kayu Pelantan, Kayu Adau, Kayu Marang dan Kayu Tabalok.

Cara main: Sampe dimainkan dengan cara dipetik, masing-masing jari pada kedua tangan memetik dawai-dawai sampe agar menghasilkan nada, bunyi dawai yang dihasilkan merupakan nada dasar.

Fungsi / Kegunaan: Digunakan untuk mengiringi berbagai acara adat seperti tarian adat dan kesenian adat lainnya. Serta  digunakan pula untuk menyatakan perasaan, baik perasaan riang gembira, rasa sayang, kerinduan, bahkan rasa duka nestapa.

 

Alat Musik Tradisional Indonesia Sasak

Bentuk: Sasak berbentuk dalam Berbagai macam. Di antaranya adalah : Genggong, Rebana Burdah, Gambus, Mandolin, Preret, Barong Tengkok, Gendang Beleq, dan Cilokak.

Asal: Alat musik tradisional indonesia asal Suku Sasak Lombok.

Jenis alat: Sesuai dengan jenisnya masing-masing.

Jenis bunyi: Sesuai dengan alatnya masing-masing.

Bahan: Bahan pembuatnya sesuai dengan alatnya masing-masing. Ada yang berasal dari kayu dan ditutup kulit lembu. Ada juga yang berasa dari perunggu/kuningan.

Cara main: Cara memainkan Sasak disesuaikan dengan Jenis alatnya masing-masing. Ada yang dipukul digesek atau ditabuh.

Fungsi / Kegunaan: Alat musik tradisional Sasak Biasanya digunakan untuk mengiringi berbagai perayaan atau upacara adat yang ada di daerah Suku Sasak Lombok.

 

Semprong

Bentuk: Semprong Terbuat dari bambu yang dibentuk menyerupai terompet.

Asal: Alat musik tradisional Semprong berasal dari Suku Sasak Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jenis alat: Semprong  tergolong dalam alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Semprong adalah Alat musik tradisional yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada rongga (Aerofon).

Bahan: Alat musik Semprong terbuat dari bahan Bambu Betung.

Cara main: Cara memainkan Semprong dengan meniupnya.

Fungsi / Kegunaan: Dulunya Semprong sering digunakan untuk berbagai kegiatan adat di Suku Sasak.  Sayangnya, sekarang ini keberadaan Semprong sudah hampir punah sehingga jarang ditemui.

 

Siter

Nama Siter berasal dari bahasa Belanda Citer, yang juga berhubungan dengan Bahasa Inggris Zither.

Bentuk: Kayu berbentuk kotak berongga dan berdawai.

Asal: Alat musik siter berasal dari daerah Jawa Tengah.

Jenis alat: Siter adalah alat musik bernada (Melodis).

Jenis bunyi: Sumber bunyi Siter berasal dari dawai (Kordofon).

Bahan: Alat musik tradisional indonesia Siter terbuat dari bahan Kayu.

Cara main: Dipetik dengan menggunakan ibu jari, dan sedangkan jari yang lainnya dapat menahan getaran yang akan dihasilkan dari petikan senar sebelumnya.

Fungsi / Kegunaan: Untuk mengiringi sebuah tarian atau pertunjukan.

Harga Siter: Rp 500 ribu s/d Rp 2 juta rupiah.

 

Slober

Bentuk: Ukuran slober panjang 1 jengkal dan lebar nya 3 cm. Alat musik ini sederhana namun memiliki keunikan. Amaq Asih alias Amaq Slober disinyalir sebagai seorang yang menciptakan alat musik ini

Asal: Slober berasal dari Suku Sasak, Lombok.

Jenis alat: Slober termasuk dalam alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Slober adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai (Kordofon).

Bahan: Slober terbuat dari bahan Pelepah daun enau.

Cara main: Cara memainkannya Slober dengan menarik ujung tali dengan tangan sambil ditempel di bibir.

Fungsi / Kegunaan: Dulunya sering dimainkan oleh warga untuk mengisi waktu luang saat sedang tidak bekerja.

 

Tambur

Gambar Alat Musik Tambur (Sumber foto: http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/)

Bentuk Alat musik tradisional Tambur yang berasal dari daerah Bali ini seperti gendang berukuran besar. Tambur terbuat dari bahan kayu dan kulit binatang. Tambur adalah Alat musik jenis Ritmis Membranofon dan dimainkan dengan cara dipukul dengan pemukul kayu.

Tarawangsa

Bentuk: Bentuknya Tarawangsa menyerupai kecapi.

Asal: Tarawangsa berasal dari daerah Jawa Barat.

Jenis alat: Tarawangsa termasuk dalam alat musik Harmonis.

Jenis bunyi: Tarawangsa adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai (Kordofon).

Bahan: Tarawangsa terbuat dari kayu kenanga, jengkol, dadap, dan kemiri.

Cara main: Tarawangsa dibunyikan dengan cara digesek seperti memainkan kecapi/biola.

Fungsi / Kegunaan: Tarawangsa dimainkan untuk berbagai hal yang berkaitan dengan upacara padi, yakni menjelang dan setelah panen. Bertujuan untuk menghibur petani juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah.

 

Tifa

Gambar Tifa

Tifa adalah alat musik yang berasal dari daerah timur indonesia mempunyai bentuk tabung serta dimainkan lewat cara dipukul.

Bentuk: Alat musik tradisional indonesia ini menyerupai kendang yang dilubangi bagian tengahnya.

Asal: Alat musik tradisional Tifa berasal dari daerah Papua & Maluku.

Jenis alat: Tifa termasuk alat musik Ritmis (alat musik tak bernada).

Jenis bunyi: Tifa adalah alat musik yang sumber bunyinya dari selaput atau membran (Membranofon).

Bahan: Bahan utama Tifa adalah dari Kayu dan Kulit hewan.

Cara main: Tifa termasuk alat musik pukul dan dimainkan dengan cara dipukul atau ditepuk.

Fungsi / Kegunaan: Tifa digunakan untuk mengiringi berbagai acara penyambutan di Papua, pesta adat, hingga tari-tarian khas, seperti Perang, Asmat, Gatsi, dan tari tradisional lainnya. Juga untuk menghasilkan bunyi pendukung dari alat musik yang lain sehingga suaranya lebih indah.

 

Talempong

Bentuk: Berbentuk lingkaran dengan diameter 15 sampai 17,5 centimeter, pada bagian bawahnya berlubang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima sentimeter sebagai tempat untuk dipukul.

Asal: Talempong berasal dari daerah Minangkabau, provinsi Sumatera Barat.

Jenis alat: Talempong termasuk dalam alat musik Melodis.

Jenis bunyi: Sumber bunyi alat musik tradisional Talempong dari bahan dasarnya (Ideofon).

Bahan: Campuran logam yaitu: tembaga atau cuprum) CU), timah putih atau selinikum (Sn), dan seng atau Zinkum (Zn).

Cara main: Alat musik tradisional indonesia talempong dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul berupa kayu kecil (stik) .

Fungsi / Kegunaan: Untuk mengiringi tarian pertunjukan atau penyambutan, seperti Tari Piring yang khas, Tari Pasambahan, Tari Alang Suntiang Pangulu dan Tari Gelombang.

 

Tanjidor

Bentuk: Berbentuk ansambel musik yang terdiri atas berbagai alat, seperti klarinet, piston, trombon, saksofon tenor dan saksofon bas yang merupakan alat musik tiup, drum (membranofon), simbal (perkusi) serta side drums (tambur).

Asal: Tanjidor berasal dari masyarakat Betawi di Jakarta.

Jenis alat: Tanjidor termasuk dalam alat musik Ritmis, Melodis.

Jenis bunyi: Aerophone, Membranophone.

Bahan: Sesuai Jenis Alat Musiknya.

Cara main: Sesuai dengan Jenis alatnya. Ada yang ditiup dan ada pula yang dipukul.

Fungsi / Kegunaan: Digunakan dalam musik jalanan tradisional, pesta cap go meh di kalangan Cina-Betawi, mengantar pengantin atau juga dalam acara pawai daerah.

 

Tehyan

Bentuk: Panjang dengan bagian bawah agak melebar.

Asal: ALat musik tradisional indonesia Tehyan ini berasal dari daerah/suku Betawi, kota Jakarta.

Jenis alat: Tehyan termasuk dalam alat Musik Harmonis.

Jenis bunyi: Tehyan adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai (Kordofon).

Bahan: Tehyan adalah alat musik gesek yang terbuat dari Kayu jati dengan Tabung resonansi yang terbuat dari batok kelapa, dan dilengkapi Senar.

Cara main: Alat musik Tehyan dimainkan dengan cara Digesek seperti memainkan biola.

Fungsi / Kegunaan: Untuk meng iringi pesta pernikahan, perayaan, dan pemakaman.

 

Towohu

Bentuk: Bulat diameter 30 cm s/d 35 cm dan panjang 55 cm.

Asal: Alat musik tradisional Towohu berasal dari provinsi Sulawesi Utara.

Jenis: Towohu termasuk jenis alat musik tak bernada (ritmis).

Jenis Bunyi: Towohu adalah alat musik yang sumber bunyinya dari selaput atau membran (Membranofon).

Bahan: Towohu terbuat dari kayu, kulit kambing dan Rotan dan tali Rotan.

Cara Main: Towohu dimainkan dengan cara dipukul dengan 2 stik pada bagian kulit kambing.

Fungsi/Kegunaan: Sebagai musik pengiring tari primitif maupun tarian rakyat daerah Sulawesi Utara.

 

Tuma

Bentuk: Tuma Berbentuk seperti Gendang Panjang.

Asal: Alat musik Tuma berasal dari daerah Kalimantan Barat.

Jenis alat: Tuma termasuk jenis alat musik tak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Tuma adalah alat musik yang sumber bunyinya dari selaput atau membran (Membranofone).

Bahan: Alat musik tradisional Tuma terbuat dari bahan Kayu dengan diameter 25 cm dan panjang 1 meter dan di lapisi dengan kulit lembu.

Cara main: Tuma dimainkan dengan cara ditepuk dengan menggunakan telapak tangan.

Fungsi / Kegunaan: Tuma digunakan sebagai Pengiring upacara ritual dan tari daerah.

 

Tutuhao

Bentuk: Tutuhao berbentuk bulat panjang.

Asal: Alat musik tradisional Tutuhao berasal dari daerah Nias Sumatra Utara.

Jenis alat: Tutuhao termasuk jenis alat musik tak bernada (Ritmis).

Jenis bunyi: Sumber bunyi alat musik Tutuhao ada 2 yaitu: dari dawai (Kordofon) dan dari bahan dasarnya (Idiofon).

Bahan: Alat musik Tutuhao terbuat dari bahan 1 ruas Bambu.

Cara main: Tutuhao dimainkan dengan cara memukul dawai dan ruas bambu dengan kayu kecil sedang salah satu telapak tangan membuka dan menutup ujung bambu sehingga menghasilkan 3 suara.

Fungsi / Kegunaan: Tutuhao digunakan untuk mengiringi lagu atau nyanyian.

 

Itulah kumpulan lengkap alat musik tradisional Nusantara Indonesia dari sabang sampai merauke. Diharapkan kita sebagai generasi penerus ikut melestarikan warisan budaya nenek moyang agar generasi kedepan tidak lupa akan asal usul kebudayaan di masa lalu.

 

Rangkuman:

Contoh alat musik tradisional yang berbentuk Bilah adalah:

  1. Saron.
  2. Gangsa.
  3. Gender.
  4. Kolintang.
  5. Gambang.
  6. Slenthem.
  7. Peking.

 

Contoh alat musik tradisional Gesek:

  1. Geso Geso (Pa’ Geso” Geso).
  2. Keso.
  3. Rebab.
  4. Satong Srek.
  5. Tarawangsa.
  6. Tehyan.
  7. Kongahyan.

 

Contoh alat musik tradisional Tiup:

  1. Akordeon (Accordion).
  2. Fu, Nafiri.
  3. Pereret.
  4. Seruling/Suling.
  5. Saluang.
  6. Satong Srek.
  7. Serunai.
  8. Semprong.

 

Contoh alat musik tradisional Petik:

  1. Bundengan.
  2. Guoto.
  3. Gambus.
  4. Hasapi.
  5. Kacapi/Kecapi.
  6. Ladolado / Lado Lado.
  7. Mandolin.
  8. Panting.
  9. Sasando.
  10. Sampek / Sampe.
  11. Siter.

 

Contoh alat musik tradisional Benturkan/Getar/ Goyang:

  1. Angklung.
  2. Ceng ceng.
  3. Genggong.
  4. Karinding.
  5. Pikon (Kaido).
  6. Slober.

 

Contoh alat musik tradisional Tepuk:

  1. Burdah Oku.
  2. Dogdog Lojor.
  3. Ganda.
  4. Gula Gending.
  5. Jimbe.
  6. Rapai.
  7. Rebana.
  8. Rebana Burdah.
  9. Tifa.
  10. Tuma.

 

Contoh alat musik tradisional Pukul/Tabuh:

  1. Aramba (Arumba).
  2. Bonang.
  3. Bende (Canang).
  4. Calung.
  5. Dol/Doll.
  6. Degung.
  7. Gendang / Kendang.
  8. Gendang Beleq.
  9. Gondang/Gordang.
  10. Gong.
  11. Garantung.
  12. Gender.
  13. Kolintang.
  14. Kenong.
  15. Kenong Basemah.
  16. Rindik Bali.
  17. Saron.
  18. Tambur.
  19. Talempong.
  20. Tanjidor.
  21. Towohu.

 

Contoh Alat Musik Tradisional Yang Terbuat dari Bahan Logam:

  1. Aramba.
  2. Akordeon.
  3. Bonang.
  4. Bende (Canang).
  5. Ceng ceng.
  6. Degung.
  7. Faritia.
  8. Gong.
  9. Genggong.
  10. Gender.
  11. Gula Gending.
  12. Kenong.
  13. Kenong Basemah.
  14. Rebana Burdah.
  15. Saron.
  16. Satong Srek.
  17. Talempong.

 

Contoh Alat Musik Tradisional Yang Terbuat dari Bahan Kayu:

  1. Burdah Oku.
  2. Dol.
  3. Dogdog Lojor.
  4. Gondang.
  5. Gambus.
  6. Ganda.
  7. Garantung.
  8. Genggong.
  9. Gendang.
  10. Gendang Beleq.
  11. Geso Geso.
  12. Hasapi.
  13. Jimbe.
  14. Keso.
  15. Kacapi/Kecapi.
  16. Geso Geso.
  17. Kolintang.
  18. Kongahyan.
  19. Ladolado.
  20. Mandolin.
  21. Nafiri.
  22. Panting.
  23. Pereret.
  24. Rapai.
  25. Rebab.
  26. Rebana.
  27. Sasando.
  28. Serune kale.
  29. Sampek.
  30. Siter.
  31. Tambur.
  32. Tifa.
  33. Tehyan.
  34. Towohu.
  35. Tuma.

 

Contoh Alat Musik Tradisional Yang Terbuat dari Bahan Bambu:

  1. Angklung.
  2. Bundengan.
  3. Calung.
  4. Genggong.
  5. Guoto.
  6. Karinding.
  7. Kongahyan.
  8. Lado-lado.
  9. Pikon (Kaido).
  10. Rebana Burdah.
  11. Rindik Bali.
  12. Suling.
  13. Saluang.
  14. Sasando.
  15. Satong Srek.
  16. Serunai.
  17. Semprong.

 

Contoh Alat Musik Tradisional Yang Terbuat dari Bahan Kulit Hewan/Binatang:

  1. Doll.
  2. Dogdog Lojor.
  3. Gordang.
  4. Ganda.
  5. Gendang Beleq.
  6. Jimbe.
  7. Kendang.
  8. Panting.
  9. Rapai.
  10. Rebana.
  11. Rebana Burdah.
  12. Tifa.
  13. Towohu.
  14. Tuma.
  15. Tutuhao.

 

Contoh alat musik adat/tradisional Indonesia yang sumber bunyinya berasal dari bahan dasarnya:

  1. Angklung.
  2. Aramba (Arumba).
  3. Bonang.
  4. Bende (Canang).
  5. Calung.
  6. Ceng ceng.
  7. Degung.
  8. Faritia.
  9. Gong.
  10. Garantung.
  11. Genggong.
  12. Gender.
  13. Gula Gending.
  14. Karinding.
  15. Kenong.
  16. Kenong Basemah.
  17. Kolintang.
  18. Pikon (Kaido).
  19. Rindik Bali.
  20. Saron.
  21. Satong Srek.
  22. Talempong.
  23. Tutuhao.

 

Contoh alat musik adat/tradisional Indonesia yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada rongga:

  1. Akordeon (Accordion).
  2. Fu.
  3. Nafiri.
  4. Pereret pengasih asih.
  5. Seruling/Suling.
  6. Saluang.
  7. Serune kale.
  8. Serunai.
  9. Semprong.

 

Contoh alat musik adat/tradisional Indonesia yang sumber bunyinya berasal dari dawai:

  1. Bundengan.
  2. Gambus.
  3. Hasapi.
  4. Geso Geso (Pa’ Geso” Geso).
  5. Guoto.
  6. Japen.
  7. Keso.
  8. Kacapi/Kecapi.
  9. Kongahyan.
  10. Ladolado / Lado Lado.
  11. Mandolin.
  12. Panting.
  13. Rebab.
  14. Sasando.
  15. Sampek / Sampe.
  16. Siter.
  17. Slober.
  18. Tarawangsa.
  19. Tehyan.

 

Contoh alat musik adat/tradisional Indonesia yang sumber bunyinya dari selaput atau membran:

  1. Burdah Oku.
  2. Dol/Doll.
  3. Dogdog Lojor.
  4. Gondang/Gordang.
  5. Ganda.
  6. Gendang / Kendang.
  7. Gendang Beleq.
  8. Jimbe.
  9. Rapai.
  10. Rebana.
  11. Rebana Burdah.
  12. Tambur.
  13. Tifa.
  14. Towohu.
  15. Tuma.

 

59 lebih alat musik asli adat tradisional indonesia nusantara, dilut.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.