Akibat dan Tips Mencegah Anak Tidur Larut Malam

Asalkan kualitas tidurnya baik, sekali-sekali anak boleh tidur larut malam, namun jangan dibiasakan dan dilakukan terlalu sering karena akan menganggu perkembangan pertumbuhan anak.

Banyak faktor yang mempengaruhi anak selalu tidur larut malam, misalnya: karena sakit, meniru kebiasaan ayah, selalu dibangunkan ayah di waktu malam di kala sedang tidur hanya untuk melepas kangen ayah yang pulang malam, autis, atau hiperaktif.

Sebenarnya tak menjadi masalah jika anak tidur larut malam selama kualitas tidurnya terpenuhi. Namun tak berarti boleh dibiarkan dan menjadi kebiasaan buruk. Tidur malam bagi anak merupakan waktu pemulihan atau penyegaran tubuh sebagai persiapan menghadapi aktivitas esok hari. Jadi sebaiknya anak tidur malam lebih lama, jika anak terbiasa tidur terlalu larut, ia akan sulit untuk bangun pagi.

Efek buruk anak tak terbiasa bangun pagi, ia jadi jarang berinteraksi dengan teman sebayanya di sekolah. Bukankah umumnya anak-anak balita beraktivitas di waktu pagi hari sampai menjelang siang? Setelah itu mereka tidur siang dan baru keluar main lagi pada sore hari sehabis mandi. Jika anak jarang berinterksi dengan teman-teman sebayanya, tentu ia jarang memperoleh stimulasi yang baik untuk perkembangan motorik, kognitif, bahasa, dan kemampuan memecahkan masalah sederhana.

Agar Anak Mudah Tidur

Bagaimana caranya agar anak tidak tidur terlalu larut malam? Hal pertama adalah cari tahu apa penyebabnya, dan kemudian mengupayakan solusinya, selanjutnya agar anak mudah tidur, cobalah ikuti tips berikut ini.

1. Perhatikan suasana kamar

Suasana harus cukup temaram (redup), jangan gelap, secara psikologis dalam keadaan gelap menghambat anak untuk melakukan sesuatu, sebaliknya jika dibiarkan terang, anak akan berpikir main dan main melulu, dan tak mau tidur cepat-cepat.

2. Matikan televisi

Televisi yang dihidupkan akan membuat anak malas tidur. Apalagi jika ia mendengar soundtract film favoritnya, lagu kesukaannya, iklan kesukaannya, ia pasti akan bergegas menonton teve kembali.\r\n\r\n<strong>3. Orang tua sebaiknya menemaninya sebelum tidur. Ajak anak bermain di dekat tempat tidur, bacakan ia dongeng, temani ia di tempat tidur sebelum ia benar-benar tidur, lama-kelamaan ia pun pasti mengantuk.

3. Perutnya harus kenyang

Anak yang kenyang biasanya mudah mengantuk karena aktivitas darat terpusat pada pencernaan sesudah ia makan, sehingga otak kekurangan oksigen. Tapi jangan berikan anak kopi, cokelat atau teh menjelang tidur ya, mata anak malah akan terang benderang atau tidak mengantuk.

Tidur Mencerdaskan Anak

Ketika tidur otak anak bertumbuh, Tuhan yang Maha Lembut pun perlahan-lahan melakukan proses pertumbuhan ketika anak tidur. Permasalahannya adalah anak sulit disuruh tidur siang. Ini bisa diatasi dengan pembiasaan. Caranya biasakan agar anak tidur siang mulai 13.30, lama kelamaan pembiasaan semacam ini akan menyetel jam “biologis” (perasaan ngantuk) anak. Tanpa disuruh ia pun akan tidur dengan sendirinya.

Jadi setelah makan siang, sekitar pukul 12.00 dan salat Zuhur, ajak anak masuk kamar, jika belum mau tidur, biarkan dia bermain. Usahakan permainan yang ia pilih tidak menguras energi, karena hal ini ampuh mengusir rasa kantuknya. Bacakan saja buku cerita atau setel lagu anak-anak yang gembira. Jangan pula mengajaknya untuk mengobrol tak jelas ujung pangkalnya, atau beri ia segelas sus hangat untuk menenangkan diri. Tidur siang cukup 1-2 jam. Lebih dari itu bangunkan saja agar tidur siangnya tidak terlalu “kenyang” dan mengakibatkan jadwal tidur malamnya terganggu.