5 Cara Efektif Mendengarkan Celoteh Anak

Mendengarkan anak-anak berarti memusatkan perhatian pada mereka sepenuhnya meskipun hanya untuk beberapa saat. Bagaimana kalau Anda abaikan dulu tugas Anda selama dua menit saja untuk mendengarkan mimpi Queency dikejar kodok raksasa. Anda tak perlu memperbaiki mimpi buruk cukup dengan menjadi pendengar yang baik. Tetaplah tulus dan mendukung agar Anda menjadi pendengar yang efektif.

Seorang anak berusia empat tahun menjadi frustasi dengan ibunya yang super sibuk dan berkata,”Maukah Ibu mendengarkanku dengan wajah Ibu menghadap ke arahku?”

Tidak mudah untuk menghentikan sejenak kehidupan kita demi mendengarkan celoteh seorang anak tepat pada saat dia memintanya. Tetapi berjuanglah untuk menyediakan “waktu mendengarkan”.

Katakan kepada anak Anda,”Ibu atau Ayah tidak dapat mendengarkanmu sekarang, karena nanti Ibu atau Ayah terlambat pergi ke kantor. Tapi dengan senang hati Ibu atau Ayah akan mendengarkanmu malam nanti sambil kita makan roti bakar. Aturlah tempat “mendengarkan” yang khusus: kursi yang nyaman, atau di tempat tidur setelah Anda membacakan dongeng untuk mereka. Anda dapat menyebut obrolan bantal .

Dengarkan anak Anda seolah-olah dia adalah presiden, dengarkan seolah-olah dia sahabat lama Anda yang bertemu kembali, dengarkan seolah-olah dia atasan Anda, dengarkan seolah-olah dia turun dari planet Mars. Dengarkan, seolah-olah dia menyimpan masa depan dunia dalam benaknya.

Perhatikan suara kesunyian, pesan-pesan yang tak terucap yang disampaikan anak Anda. Mendengarkan berarti juga memperhatikan perilaku di samping kata-kata. Ana-anak seperti orang dewasa, menyalurkan kecemasan yang tak terucap melalui gerak-gerik tubuhnya.

Bersiaplah untuk mendukung anak Anda ketika ia membawa kayalan ke dunia nyata. Tidak setiap anak bersikap terbuka kepada orangtuanya. Rumah, haruslah menjadi tempat perlindungan yang aman bagi imajinasi, ekspresi, dan eksplorasi.

Percakapan di Meja Makan

Waktu makan malam bersama merupakan kesempatan bagi orang tua dan anak-anak untuk berbagi kisah apa saja yang mereka lalui hari ini. Cobalah membuat makan malam bersama keluarga menjadi waktu khusus, meskipun Anda hanya dapat melakukannya dua minggu sekali.

Sebagian anggota keluarga sibuk dan tidak dapat mengusahakan makan malam bersama, jadi sebagai gantinya rayakan dengan sarapan pagi di hari Minggu. Semuanya harus hadir, tidak penting apa yang disajikan sebagai hidangan, hal yang utama adalah kebersamaan dan proses mendengarkan cerita di antara para anggota keluarga.

Berikut ini saya rangkumkan 5 cara efektif untuk mendengarkan celoteh anak, yaitu:

  1. Aturlah janji untuk berdua saja dengan anak Anda. Detik itu khusus untuk berbicara dan mendengarkan. Bukan untuk nonton Dangdut Akademi atau nonton El Clasico antara Barcelona dan Madrid.
  2. Kurangi menggurui, mengomel tanpa koma – perbanyak mendengarkan. Ingat mulut Anda satu, namun telinga Anda sepasang.
  3. Bicarakan tentang kisah lucu Anda, atau kisah masa kecil Anda – Jika Anda bersahabat dan tak berjarak dan dengan anak Anda, maka anak Anda akan merasa aman dan nyaman untuk bersikap terbuka pada Anda. Misalnya: Bu, saya pernah dapat ulangan matematika 5! Oh ya..ibu dulu juga pernah dapat nilai 5, tapi setelah ibu belajar dengan rajin, nilai matematika ibu menjadi 7. Kamu juga pasti bisa Nak..
  4. Dengarkan orang-orang di sekitar anak Anda, misalnya: teman mainnya, teman sekelasnya, guru-gurunya, asisten rumah tangga. Dengarkan apa yang mereka katakan tentang anak Anda.
  5. Bermainlah dengan anak Anda dan perhatikan cerita yang disampaikannya. Bermainlah tanpa mencoba mengajarkan sesuatu kepada anak Anda. Bermainlah dengan aturannya. Menggambar, dan mewarnai. Amatilah pesan gambar yang dibuat anak Anda.