5 Aplikasi Investasi Online untuk Pemula

Home » 5 Aplikasi Investasi Online untuk Pemula

5 Aplikasi Investasi Online untuk Pemula

Aplikasi Investasi Online Pemula

Kemajuan teknologi saat ini banyak membantu kehidupan manusia. Munculnya aplikasi yang marak digunakan generasi milenial merupakan salah satu dampak kemajuan teknologi. Adanya aplikasi ini dapat mempermudah aktivitas manusia, termasuk dalam hal berinvestasi. Kini investasi dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja berkat adanya aplikasi investasi online. Kemudahan yang ditawarkan aplikasi investasi online membuat banyak investor yang mulai melirik salah satu platform berinvestasi ini. Apa saja aplikasi investasi online yang sekiranya layak dicoba? Artikel ini akan mencoba menyuguhkannya kepada Anda.

mesin penghasil uang dilut uay7ta8ea

http://paraondefomos.com.br

1. Acorns

Bagi orang yang baru pertama kali menjadi investor, aplikasi Acorns nampaknya dapat menjadi wadah yang tepat dalam berinvestasi. Acorns termasuk ke dalam salah satu aplikasi online terbaik di tahun 2018 versi thebalance.com. Aplikasi ini nantinya akan menarik uang dari kartu kredit atau debit penggunanya setiap bulan, kemudian menginvestasikannya ke dalam portofolio yang terdiversifikasi yang dipilih oleh seorang pemenang nobel di bidang ekonomi bernama Harry Markowitz.

Tidak perlu khawatir dengan jumlah uang yang akan ditarik, karena nominalnya sangat kecil. Dikutip dari thebalance.com, bagi pengguna yang memiliki saldo senilai $5.000 (Rp.72.170.000) atau kurang hanya akan dikenakan biaya sebesar $1 (Rp.14.500) untuk berinvestasi. Sedangkan pengguna yang saldonya di atas $5000, biaya yang dikenakan lebih kompetitif, yaitu 0,25% dari total saldo. Selain itu, Acorns juga akan melakukan pembulatan ke atas secara otomatis jika pengguna sedang bertransaksi dengan kartu debit atau kredit mereka. Misalnya jika Anda pengguna Acorn yang ingin membeli kopi seharga $3,74 dengan kartu debit, maka otomatis saldo Anda akan berkurang sejumlah $4, sisanya yang $0,26 merupakan hasil pembulatan yang dialokasikan oleh Acorns untuk portofolio investasi Anda.

Memang jumlah uang yang diinvestasikan pada aplikasi Acorns sangat sedikit, namun sejatinya hal ini dimaksudkan agar Anda dapat berinvestasi lebih sering. Acorns akan menarik sejumlah kecil uang dari rekening Anda. Jadi jika Anda meninggalkan rekening Anda dalam waktu lama dengan jumlah saldo yang kecil, biaya bulanan Acorns akan menghabisi saldo rekening Anda, sekalipun performa pasar sedang baik saat itu. Saldo Anda harus besar dan terus bertumbuh jika Anda ingin mendapatkan hasil yang maksimal dari aplikasi ini. Selanjutnya adalah melupakan apa yang sudah Anda investasikan. Karena berinvestasi di aplikasi ini membutuhkan waktu yang sangat panjang.

2. Stash

Mirip dengan Acorns, Stash hanya memerlukan sedikit biaya dalam melakukan diversifikasi portofolio. Perbedaannya, jika Acorns secara otomatis menarik dana dari rekening Anda untuk keperluan investasi, Stash tidak secara otomatis menariknya dan aplikasi ini membantu mengajarkan Anda cara membuat keputusan investasi yang terbaik.

Stash memiliki konten edukasi yang disesuaikan dengan pilihan investasi Anda. Anda dapat memilih antara portofolio berbasis nilai yang berfokus pada tema investasi berbeda atau membuat portofolio Anda sendiri. Selanjutnya Anda dapat menyetel aplikasi ini dengan “auto-stash” untuk investasi berkelanjutan secara otomatis atau menambahkan dana secara manual.

Bagi investor pemula, beberapa istilah, akronim, atau frasa dalam investasi terkadang dapat membingungkan. Stash memang tidak menyediakan riset mendalam pada perusahaan, seperti yang dilakukan para broker saham, namun jika Anda awam dalam dunia investasi, Anda perlu memulainya di suatu tempat bukan? Stash dapat menjadi pilihan yang tepat untuk permulaan Anda.

3. Robinhood

Siapa yang tidak kenal Robinhood? Sir Robin of Locksley atau yang biasa dipanggil Robinhood adalah salah satu tokoh yang terkenal karena mencuri dari orang kaya untuk membantu orang miskin. Mirip dengan kisah tersebut, aplikasi Robinhood bertujuan untuk mendukung semua orang untuk terlibat di pasar modal.

Robinhood menawarkan perdagangan saham yang gratis. Kata “gratis” di sini bukan berarti cuma-cuma, tetapi gratis dalam hal ongkos dan biaya transaksi, atau bisa disebut perdagangan dengan komisi nol. Unduh saja aplikasinya, sambungkan dengan rekening bank, danai akun Anda dan Anda dapat melakukan jual beli saham secara bebas biaya.

4. KoinWorks

KoinWorks adalah salah satu aplikasi buatan anak bangsa yang bergerak di bidang P2P lending (peer to peer lending). Dikutip dari koinworks.com, peer to peer lending memungkinkan setiap orang untuk meminjam atau memberi pinjaman dana untuk berbagai kepentingannya tanpa harus melalui perantara seperti lembaga keuangan atau lembaga lainnya. Sistem peer to peer lending ini nantinya akan mempertemukan antara pihak peminjam dengan pihak yang memberi pinjaman. Jadi dapat dikatakan bahwa peer to peer lending merupakan marketplace untuk kegiatan pinjam meminjam uang.

Daripada mengajukan pinjaman kepada lembaga resmi seperti bank, koperasi, jasa kredit, pemerintah dan lembaga lainnya yang proses peminjamannya bisa sangat rumit, masyarakat dapat mengajukan pinjaman yang didukung oleh orang-orang awam sebagai alternatif. Maka dari itu namanya menjadi peer to peer lending.

Lewat aplikasi KoinWorks Anda dapat memilih sendiri siapa yang akan Anda pinjamkan uang dengan sistem peer to peer lending. Anda pun dapat memilihnya berdasarkan bidang bisnis, kesehatan, pendidikan, jangka waktu peminjaman, serta tingkat suku bunga dan resikonya. Peminjam berkewajiban membayar pinjaman mereka per bulan. Sehingga Anda juga akan mendapatkan return setiap bulannya.

Untuk dapat menjadi investor di aplikasi KoinWorks tidak dikenakan biaya alias gratis. Deposit minimal yang diperlukan untuk berinvestasi pada aplikasi ini adalah Rp 100.000. Produk investasi yang ditawarkan paling rendah Rp 100.000 dan sisanya adalah kelipatan dari Rp 100.000. Setiap return yang diterima peminjam, akan dikenakan biaya sebesar 1% nya.

5. Stock Market Simulator

Beberapa dari investor pemula mungkin masih belum berani berinvestasi dalam platform online seperti aplikasi-aplikasi yang telah dijelaskan di atas. Jika itu permasalahannya, dikutip dari huffingtonpost.com, Stock Market Simulator mungkin dapat menjadi sarana yang tepat bagi mereka untuk mulai membiasakan diri berinvestasi. Aplikasi ini dapat memberi kesempatan kepada investor untuk mencoba terlebih dahulu sebelum membeli produk investasi. Pengguna akan merasakan versi simulasi dari kondisi pasar saham yang sebenarnya di Amerika. Mereka juga akan menginvestasikan dana virtual, jadi resiko yang diterima bukanlah resiko sebenarnya.

Dana virtual yang ada pada pengguna baru aplikasi ini adalah $10.000. Pasar saham virtual terus diperbaharui setiap 15-20 menit sesuai dengan kondisi pasar sesungguhnya. Artinya Anda dapat melacak investasi Anda pada waktu sesungguhnya (real time). Meskipun begitu, jangan terlalu berpatokan juga pada aplikasi ini jika ingin mengambil keputusan dalam berinvestasi. Aplikasi ini hanya baik digunakan agar investor yang awam mulai terbiasa pada investasi mereka tanpa harus kehilangan dana mereka.

Itulah penjelasan mengenai 5 Aplikasi Investasi Online untuk Pemula. Investasi online memang menggiurkan. Apalagi kegiatan ini bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Namun tetaplah berhati-hati dalam berinvestasi online. Pilihlah aplikasi investasi yang terpercaya yang memberikan informasi secara jelas.

Baca Juga:

2018-10-15T10:56:43+00:00