4 Investasi Jangka Pendek yang Layak Dicoba

Home » 4 Investasi Jangka Pendek yang Layak Dicoba

4 Investasi Jangka Pendek yang Layak Dicoba

Berapa lama periode dalam investasi jangka pendek? Apa saja produk investasi yang termasuk investasi jangka pendek? Artikel ini akan menjelaskannya lebih lanjut.

Definisi Investasi Jangka Pendek

Dikutip dari thebalance.com, investasi jangka pendek biasanya merujuk pada periode investasi yang kurang dari tiga tahun. Faktanya, banyak investasi surat berharga seperti saham, beberapa obligasi dan reksa dana tidak cocok untuk waktu kurang dari tiga tahun. Hal ini dikarenakan sebagian besar investor menaruh uang mereka untuk tujuan keuangan jangka panjang seperti pensiun yang lama waktunya bisa beberapa tahun bahkan dekade.

Jika penasihat keuangan Anda meminta Anda untuk mengukur tingkat toleransi terhadap resiko, mereka biasanya sedang menentukan investasi seperti apa yang cocok untuk Anda dan tujuan Anda. Oleh karenanya, jika Anda memberitahu penasihat keuangan bahwa tujuan Anda adalah untuk perjalanan tamasya dua tahun dari sekarang, maka Anda tergolong investor jangka pendek. Karena itu, investasi jangka pendek akan sangat sesuai untuk memenuhi tujuan Anda.

Biasanya, untuk memenuhi kebutuhan investasi jangka pendek, reksa dana yang dikelola secara aktif oleh manajer investasi tidak disarankan. Karena jangka waktu di bawah tiga tahun dianggap tidak dapat memberikan gambaran yang utuh akan performa reksa dana di siklus pasar penuh yang mencangkup masa penurunan dan pertumbuhan. Siklus pasar penuh biasanya berlangsung dalam tiga hingga lima tahun.

Instrumen Investasi Jangka Pendek

tumpkan uang dollar banyak dilut 9n87y4f987njk

Uang untuk investasi

Reksa dana mungkin bukanlah pilihan yang tepat untuk dijadikan pilihan instrumen investasi jangka pendek. Alasannya karena waktu di bawah tiga tahun tidak dapat menggambarkan kondisi siklus pasar secara utuh. Bisa saja investor berinvestasi ketika siklus pasar sedang turun atau sebaliknya. Lalu, instrumen apa yang tepat digunakan untuk investasi jangka pendek? Berikut adalah penjelasannya yang dikutip dari goodfinancialcents.com.

1. Peer to Peer Lending

Situs peer to peer lending mengizinkan para investor untuk memperluas portofolio mereka dengan cara menyebarkan investasi dan mengurangi resiko. Situs ini berperan sebagai alat yang mempertemukan investor dengan konsumen terpercaya yang membutuhkan pinjaman. Selain itu, situs ini juga dapat mengubah investor menjadi bank yang menyediakan pinjaman bagi beberapa peminjam. Investor membeli surat perjanjian dan nantinya mereka akan menerima pendapatan berupa pelunasan disertai dengan bunganya.

Di Indonesia, salah satu wadah dalam investasi peer to peer lending adalah KoinWorks. Mengutip dari koinworks.com, lewat aplikasi KoinWorks Anda dapat memilih sendiri siapa yang akan Anda pinjamkan uang dengan sistem peer to peer lending. Anda pun dapat memilihnya berdasarkan bidang bisnis, kesehatan, pendidikan, jangka waktu peminjaman, serta tingkat suku bunga dan resikonya. Peminjam berkewajiban membayar pinjaman mereka per bulan. Sehingga Anda juga akan mendapatkan return setiap bulannya.

Untuk dapat menjadi investor di aplikasi KoinWorks tidak dikenakan biaya alias gratis. Deposit minimal yang diperlukan untuk berinvestasi pada aplikasi ini adalah Rp 100.000. Produk investasi yang ditawarkan paling rendah Rp 100.000 dan sisanya adalah kelipatan dari Rp 100.000. Setiap return yang diterima peminjam, akan dikenakan biaya sebesar 1% nya.

2. Sertifikat Deposito

Bank menawarkan akun deposito dengan tenor (jangka waktu) yang beragam antara tiga bulan hingga lima tahun. Berapa lama tenor yang dipilih tergantung pada urutan waktu Anda sekarang dan berapa lama waktu yang Anda inginkan untuk berinvestasi. Semakin lama tenornya, hasil yang diperoleh juga akan semakin tinggi. Nasabah yang ingin menerima bunga per bulan dapat memilih waktu tenor yang panjang. Tetapi, sebagian besar orang akan menunggu bunga depositonya bertambah terlebih dahulu hingga jatuh tempo.

Satu-satunya kelemahan sertifikat deposito adalah ketika Anda perlu menarik uang sebelum masa jatuh temponya, Anda akan membayar denda. Dendanya biasanya setara dengan jumlah bunga selama tiga bulan. Hal itu biasanya akan merugikan bagi pendapatan Anda.

3. Obligasi Jangka Pendek

Obligasi jangka pendek adalah produk yang biasanya hanya dikelola oleh penasihat keuangan profesional. Obligasi tidak sestabil pasar uang, tetapi mereka menawarkan pendapatan potensial yang lebih tinggi. Obligasi-obligasi ini adalah produk pasar dan akan dilunasi tergantung pada kondisi pasar saat ini dalam fluktuasi pembayaran per bulannya. Obligasi jangka pendek biasanya akan jatuh tempo kurang dari dua tahun. Inilah yang membuat obligasi jangka pendek cocok digunakan oleh investor yang memiliki tujuan investasi jangka pendek.

4. Obligasi Pemerintah dan Obligasi Perusahaan

Obligasi pemerintah biasanya lebih beresiko dibanding investasi treasury lainnya, namun sebagian besar obligasi pemerintah tidak pernah mengalami gagal bayar. Resiko yang paling kentara adalah resiko tingkat suku bunga. Dalam lingkungan suku bunga yang rendah, jika suku bunga di pasar naik, nilai obligasi akan turun karena untuk kompensasi.

Jika Anda mendapatkan 4% dari obligasi saat ini, imbal hasilnya akan besar. Tetapi jika suku bunganya naik dan Anda kehilangan 6% dari nilainya, seketika Anda berada di sisi yang merugi. Akan tetapi, kerugian dari memiliki obligasi hanya berdampak jika Anda menjual obligasi sebelum masa jatuh temponya. Jika Anda terus menahannya hingga jatuh tempo, Anda akan mendapatkan 100% nominal pokok ditambah dengan bunganya. Jika Anda mengincar obligasi pemerintah untuk investasi jangka pendek, Anda dapat membeli obligasi yang sebentar lagi akan jatuh tempo.

Mirip dengan obligasi pemerintah, obligasi perusahaan juga demikian, malahan lebih beresiko dibanding obligasi pemerintah karena tidak didukung langsung oleh pemerintah maupun negara. Seperti biasanya, peningkatan resiko bisa berarti peningkatan jumlah bunga yang akan Anda peroleh dari obligasi perusahaan. Resiko dari penurunan suku bunga juga berlaku bagi obligasi perusahaan dan menahan obligasi perusahaan hingga jatuh tempo dapat menghilangkan resiko ini.

Demikianlah penjelasan mengenai investasi jangka pendek. Investasi jangka pendek cocok untuk tujuan jangka pendek juga seperti rencana perjalanan, rekreasi dan sebagainya. Namun jika tujuan investasi Anda adalah untuk dana pensiun, uang kuliah anak dan tujuan jangka panjang lainnya, investasi jangka pendek sangat tidak dianjurkan.

Adapun produk keuangan yang dapat menjadi wahana bagi Anda dalam berinvestasi jangka pendek adalah situs peer to peer lending, sertifikat deposito, obligasi jangka pendek, obligasi pemerintah serta obligasi perusahaan. Khusus obligasi pemerintah dan obligasi perusahaan, belilah obligasi yang sudah mendekati masa jatuh tempo untuk memenuhi kebutuhan investasi jangka pendek Anda.

Baca Juga:

2018-11-06T10:05:56+00:00