4 Cara dan Langkah dalam Investasi Reksa Dana

Home » 4 Cara dan Langkah dalam Investasi Reksa Dana

4 Cara dan Langkah dalam Investasi Reksa Dana

Reksa dana saat ini banyak menjadi pilihan bagi investor untuk berinvestasi. Minimnya resiko dan adanya manajer keuangan yang mengelola reksa dana membuat instrumen ini menjadi pilihan banyak investor, terutama investor pemula. Tetapi banyak calon investor reksa dana yang mungkin belum mengetahui cara investasi reksa dana yang tepat. Oleh karena itu, artikel ini akan mencoba menjelaskan mengenai cara investasi reksa dana untuk investor pemula.

Mengenal Reksa Dana

Secara sederhana, reksa dana dapat diartikan sebagai wadah bagi para investor untuk mengumpulkan uang mereka, lalu uang yang telah terkumpul tersebut dikelola oleh manajer investasi yang akan mengurus portofolio investasi. Dikutip dari thebalance.com, reksa dana dapat menjadi alternatif bagi investor dengan modal minim yang tidak sanggup bila harus mengurus portofolio mereka sendiri. Uang yang terkumpul di reksa dana nantinya akan dialokasikan pada instrumen investasi lain seperti saham, obligasi dan sekuritas lainnya. Para investor reksa dana akan mendapatkan keuntungan serta resiko sesuai dengan porsi reksa dana mereka.

Langkah-Langkah Investasi Reksa Dana

uang reksa dana nw8n7y98w

http://finance.jrj.com.cn/2015/03/03142018909774.shtml

Sama seperti instrumen investasi lainnya, investasi reksadana juga butuh perencanaan dan tidak bisa dilakukan sembarangan. Meskipun sudah ada manajer investasi yang mengatur reksa dana Anda, hasil akhirnya tergantung dari investor sendiri. Untuk itu, sebelum melakukan investasi reksa dana, ada baiknya Anda mengikuti langkah-langkah berikut.

1. Menetapkan Tujuan

Untuk apa Anda berinvestasi reksa dana? Apa ada hal yang ingin Anda capai dalam jangka waktu tertentu? Dikutip dari economictimes.com, penting untuk menjawab pertanyaan tersebut sebelum memulai investasi reksa dana. Jawaban dari pertanyaan itu nantinya akan berpengaruh terhadap jangka waktu investasi, jumlah dana yang diinvestasikan dan jenis reksa dana yang akan digunakan.

Jika Anda memiliki tujuan investasi jangka pendek yang hanya memerlukan beberapa tahun saja, Anda perlu berinvestasi pada reksa dana dengan skema utang. Karena jika tujuan investasinya jangka pendek, Anda tidak perlu merelakan investasi Anda pada skema yang lebih beresiko. Sebaliknya jika tujuan investasi Anda adalah untuk jangka waktu panjang seperti dalam lima tahun atau lebih, memilih skema reksa dana modal (ekuitas) akan sangat dianjurkan. Ekuitas dianggap cocok untuk ditempatkan pada investasi jangka panjang karena imbalan atau return yang ditawarkannya lebih superior dibanding dengan aset lainnya.

2. Memilih Jenis Reksa Dana

Setelah menentukan tujuan investasi, langkah selanjutnya adalah memilih jenis reksadana. Pemilihan reksa dana ini tentu disesuaikan dengan tujuan Anda berinvestasi sejak awal. Dikutip dari laman finansialku.com, paling tidak ada empat jenis reksa dana yang bisa menjadi pilihan Anda.

  • Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang menawarkan potensi keuntungan yang relatif kecil, namun diimbangi dengan resiko yang kecil pula. Hal ini terjadi karena reksa dana pasar uang seluruhnya ditempatkan di deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan obligasi. Biasanya investor yang berinvestasi pada reksa dana ini jangka waktu investasinya kurang dari satu tahun.

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap

Dibandingkan dengan reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap menawarkan keuntungan yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena minimal 80% reksa dana pendapatan tetap dialokasikan pada obligasi. Biasanya jangka waktu yang dimiliki investor reksa dana pendapatan tetap adalah satu hingga tiga tahun.

  • Reksa Dana Campuran

Reksa dana campuran mengalokasikan dananya di berbagai instrumen investasi seperti obligasi, saham dan deposito. Karena reksa dana campuran juga berinvestasi di saham, resikonya menjadi lebih tinggi dibanding dengan reksa dana pendapatan tetap, namun pendapatannya juga lebih tinggi. Investor reksa dana campuran biasanya memiliki jangka waktu tiga hingga lima tahun ketika berinvestasi di reksa dana ini.

  • Reksa Dana Saham

Dibanding dengan tiga jenis reksa dana lainnya, reksa dana saham memiliki potensi keuntungan dan resiko yang paling tinggi. Sebanyak 80% reksa dana saham dialokasikan ke instrumen pasar modal atau saham. Biasanya jangka waktu investor yang berinvestasi pada reksa dana ini adalah lima tahun atau lebih.

3. Menyiapkan Modal

modal usaha eue78e8uejiuy

https://www.cio.com

Anda telah mengetahui tujuan investasi reksa dana Anda dan memilih reksa dana yang tepat, selanjutnya adalah menyiapkan modal untuk berinvestasi. Berapa modal yang harus dikeluarkan untuk investasi reksa dana? Jawabannya tergantung dari asumsi return yang ingin Anda dapatkan. Namun jika Anda belum mengetahui hitungannya, dikutip dari laman finance.detik.com, Anda bisa mulai investasi reksa dana dengan uang sejumlah Rp.100.000. Tentu saja imbalan yang diperoleh juga tidak akan signifikan jika modal yang dikeluarkan hanya Rp.100.000 saja, namun ini bisa menjadi langkah awal yang baik dalam memulai investasi reksa dana. Anda juga bisa sekaligus belajar dan mengamati progres investasi Anda melalui modal yang kecil.

4. Percayakan Pada Manajer Investasi Anda

Anda sudah membeli reksa dana sesuai dengan anggaran dan tujuan investasi Anda, selanjutnya apa yang perlu dilakukan? Percayakan kepada ahlinya yaitu manajer investasi Anda. Sebelumnya telah dijelaskan bahwa dalam reksa dana, ada manajer investasi yang akan mengatur dan mengalokasikan dan investor. Mereka adalah orang-orang profesional yang bekerja untuk para investor. Investor juga menggaji mereka, oleh karena itu beberapa reksa dana memiliki harga yang cukup mahal karena beban gaji ini.

Setelah mempercayakan pada manajer investasi, Anda tinggal memonitornya saja. Yang perlu diingat, investasi reksa dana bukanlah investasi yang dapat menunjukkan hasil signifikan dalam waktu dekat. Reksadana jangka pendek saja memerlukan waktu satu tahun. Jadi jika Anda mengamati investasi Anda padahal baru satu minggu berjalan, jangan kaget jika nilainya masih belum berubah atau bahkan minus. Sebaiknya Anda melakukan perencanaan keuangan untuk investasi lainnya sambil menunggu hasil dari investasi reksa dana ini.

Itulah penjelasan mengenai cara investasi reksa dana yang tepat. Investasi manapun pasti memerlukan perencanaan keuangan agar dapat memberikan hasil yang maksimal.  Begitu juga dalam investasi reksa dana. Mengetahui tujuan investasi Anda terlebih dahulu akan memudahkan Anda dalam berinvestasi di instrumen ini.

Baca Juga:

2018-10-15T10:58:27+00:00