3 Tokoh yang Sukses Mengejar Mimpinya

Orang-orang yang tadinya teraniaya, tak berharga, bahkan terkesan sia-sia, punya hak yang sama untuk sukses dan mendapat hadiah terindah dalam hidupnya. Namun justru banyak yang meratapi kekurangan sehingga menutupi perspektif indah yang sudah direncanakan Tuhan. Selalu ada terang sehabis gelap. Dan inilah beberapa tokoh yang suskses mengejar impiannya.

1. Jack Dorsey, Biz Stone, Evan William

Revolusi Pesan Melalui Twitter, Pesan singkat 140 karakter melalui Twitter melesat dan mampu menjadi media sosial yang digandrungi semua orang. “Kicauan pengguna Twitter kini telah mencapai jutaan orang di dunia, dan tak terbatas penggunanya. Mulai dari presiden, politisi, mentri, karyawan, mahasiswa, dan berbagai kalangan lainnya. Awalnya jack Dorsey, Biz Stone, dan Evan William mendapat cibiran banyak orang. Pesan singkat yang 140 karakter, lebih sedikit daripada SMS yang memuat 160 karakter. Twitter dianggap sebagai cameo atau numpang lewat saja. Tapi ketiga innovator muda yang saat itu baru berusia 30 tahun, terus bekerja keras mengembangkan Twitter. Kini Twitter dianggap sebagai revolusi dunia social media. Mereka pun berada di puncak kesuksesan lewat kreasinya yang unik itu.

2. Sylvester Stallone

Berkali-kali Kasting demi Mengejar Cita-Cita, Stallone dikenal sebagai actor laga yang serba sempurna. Tapi ternyata sedari kecil ia terlahir cacat karena malpraktik dokternya. Ia mengalami paralisys, yaitu kelumpuhan total pada sebagian otot-otot wajahnya yang menyebabkan dia mengalami kelumpuhan pada lidah, dagu, dan rahang yang membuat dia susah untuk berbicara normal, serta penurunan pada bibir bawah. Tapi itu tak meruntuhkan niatnya untuk menjadi seorang aktor. Ayahnya pernah bilang : “seumur hidup kamu hanya jadi tukang servis eskalator.

Berkali-kali ia ikut kasting, dan berkali-kali pula lulusan jurusan drama Universitas Miami ini ditolak. Hingga suatu hari ia mendapat peran yang membuatnya dikenal orang dalam film berjudul The Italian Stallion. Namun itu belum mengubah hidupnya. Bahkan ia pernah sampai menjual anjingnya hanya demi mengganjal perut.

Tapi saat menderita itulah ia menemukan inspirasi untuk menulis scenario film. Kala itu ia menyaksikan tinju antara juara bertahan Muhammad Ali melawan Chuck Wepner, sang underdog yang diperkirakan akan mudah di-KO, ternyata bertahan hingga ronde 15. Dari kisah itulah , lahir naskah Rocky Balboa. Kisah petinju pantang menyerah rekaannya. Di sanalah jalan Stallone menuju actor sukses mulai terbuka.

3. Larry King, si Raja Talk Show

Larry King adalah legenda di dunia talkshow. Tak salah, sebab acara Larry King Show di CNN, telah bertahan hingga puluhan tahun. Pria kelahiran Brooklyn New York, 19 November 1933 (81 tahun) ini telah banyak mewawancarai tokoh dunia, dari politisi hingga artis ternama. Ia bahkan mendapat banyak penghargaan untuk kiprahnya seperti Peabody Award, Ace Award, dan Broadcaster of The Year Award dari International Radio dan Television Society.

Sejak belia, ia sudah menjadi seorang anak yatim. Karena itu meski cita-citanya tingi sebagai penyiar –sesuai panggilan jiwanya. Ia lebih memilih membantu ibunya untuk menghidupi keluarga. Tapi justru perjuangan inilah yang membentuk karakternya. Karena itu, ketika kembali berkesempatan menggapai cita-citanya kembali sebagai penyiar, ia mampu melewati sejumlah tantangan. Termasuk ketika ia masuk ke dunia pertelevisian Miami dan bangkrut karena masalah keuangan. Ketika bangkrut tahun 1957, jalan saya terbuka. Saya jadi sadar bahwa kompetisi berjalan sangat ketat. Hadiah terindah bagi seorang Larry King bukan semata bakatnya. Tapi pengalaman pahit hidup yang terus disyukurilah yang mampu mengantarkannya jadi legenda.