Categories
Uncategorized

10 Contoh pelaksanaan demokrasi berdasarkan sila ke-4 pancasila

Sila keempat pancasila bukan hal yang asing di telinga kita. Setiap senin text pancasila selalu dibacakan oleh petugas upacara. Kita mungkin sudah hafal diluar kepala.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

Lambang banteng terpilih untuk mewakili sila keempat pancasila. Ternyata bukan hal yang kebetulan dipilih hewan banteng untuk lambang pancasila.

Sekali lagi pancasila bukan sesuatu yang diputuskan dalam waktu singkat. Pastinya penuh pertimbangan dan diskusi.

Merujuk pada buku ‘Insan Berkarakter Pancasila’ karya Silverius Y Soeharso, banteng salah satu hewan yang senang berkelompok.

Dalam kelompok banteng akan melindungi satu sama lain. Mereka menjaga agar tidak ada yang terluka dan memastikan semuanya aman.

Sementara warna merah melambangkan keberanian. Ingatan kita akan menuju pada sebelum merdeka. Bangsa Indonesia bukan bangsa yang lemah dan mudah menyerah.

Ketika kita tidak punya persenjataan yang canggih dan lengkap padahal penjajah mempunyai segalanya kita tanpa rasa takut menyusun rencana agar terbebas dari mereka.

 

Dengan kreativitas serta keberanian yang membara membantu satu sama lain untuk menyerang penjajah.

Kemenangan kita akhirnya terbit karena kerja sama dan keberanian yang tertanam.

Sila keempat sangat dekat dengan demokrasi. Arti demokrasi adalah  sistem pemerintahan yang rakyatnya ikut andil dalam pengambilan keputusan. Semuanya tidak melupakan rakyat.

Kita bersama-sama membentuk negara yang damai.

Dengan itu kita diminta mengamalkan sikap demokrasi sesuai pancasila pada sila keempat. Berikut contoh perilakunya:

1. Berpikiran terbuka

Ketika kita sedang berdiskusi menyelesaikan masalah atau sesuatu jika kita mempunyai pikiran tertutup maka keputusan yang dihasilkan tidak akan adil. Berpikiran terbuka adalah solusinya.

2. Menerima keputusan dengan lapang dada

Saat keputusan telah dibuat kita mesti menerimanya karena musyawarah dibuat agar hasilnya tidak memihak pada satu golongan saka

3. Tidak terbawa emosi

Ketika berbeda pendapat itu bukanlah hal yang aneh bahkan sangat wajar karena kita masing-masing punya usulan berbeda tapi akan bermasalah jika kita sampai bertengkar atau main fisik dengan orang lain

4. Melaksanakan peraturan dengan taat

Dalam hidup bermasyarakat kita mesti terbiasa dengan aturan. Entah aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, lingkungan sekitar atau dalam keluarga.

5. Tidak memaksakan kehendak

Siapapun anda, baik itu orang kaya, pejabat atau presiden sekalipun kita tidak boleh memaksakan kehendak pribadi tanpa memikirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Jangan sampai memutuskan sesuatu berdasarkan kemauan sendiri.

6. Dapat menerima nasehat

Manusia ada kalanya salah bersikap. Jika kita orang yang keras kepala maka hal ini mesti diubah oleh diri sendiri.

Kita jangan sombong hingga tidak mau menerima nasehat yang diberikan orang lain.

7. Berani mengungkapkan pendapat

Di mata hukum kita sama. Tidak terpengaruh siapapun anda. Kita juga diperbolehkan untuk mengemukakan pendapat.

Kita bebas berpendapat, jangan sampai kita memilih diam saat melihat salah.

8. Melakukan musyawarah bukan main hakim sendiri

Saat kita berhadapan dengan masalah otak kita akan berpikir bagaimana cara mengatasinya. Namun jangan sampai kita berfikir dalam keadaan emosi.

Ada baiknya kita meredam emosi dan mencari jalan terbaik dengan musyawarah.

9. Mengikuti pemilu

Negara Indonesia terbiasa melakukan pemilu saat pergantian pimpinan. Baik itu presiden, walikota dan lain-lain. Sebagai menghidupkan demokrasi kita bisa ikut pemilu karena bahkan satu suara pun berharga bagi keputusan bagaimana negara ini kedepannya.

10. Menjaga peraturan yang telah dibuat

Selesai mencari solusi kita harus melaksanakannya dengan disiplin. Tidak hanya itu dengan menjaga agar peraturan itu terus berlanjut kita juga bisa memperhatikan perkembangan peraturan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *